Selasa, 17 Februari 2026

Tujuh Bulan, Dinkes Catat 42.535 Kasus ISPA di Batam

spot_img

Berita Terkait

spot_img
Ilustrasi. Foto: jawapos.com

batampos – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Batam mencatat ada lebih dari 42 ribu kasus infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) di Batam pada periode Januari hingga Juli 2023. Pihak Dinkes menyebut penyebab dari banyaknya penyakit tersebut lebih karena perubahan cuaca, debu, cuaca dan polusi udara.

Kepala Dinas Kesehatan Kota Batam Didi Kusmarjadi mengatakan, kasus ISPA terbanyak terjadi di bulan Mei 2023, yakni sebanyak 7.553 kasus.

Rinciannya, pada Januari 2023 ada sebanyak 5.039 kasus ISPA, Februari 2023 5.644 kasus, Maret 2023 ada 6.325 kasus. Lalu ada sebanyak 5.625 kasus ISPA pada April 2023, tercatat ada 7.553 kasus ISPA pada Mei 2023, 6.429 kasus pada juni dan 6.587 kasus pada Juli 2023.


Baca Juga: Tim Terpadu Akan Tertibkan Bangunan Liar di Jalan R Suprapto Batuaji

Sehingga totalnya berdasarkan data laporan Dinas Kesehatan Kota Batam pada 2023 sebanyak 42.535 kasus ISPA.

“Ini data yang masuk ke kami di sepanjang Januari hingga Juli 2023. Sebagian besar penderita ISPA ini menjalani rawan jalan,” ujar Didi, Jumat (18/8).

Didi menuturkan, tidak ada kenaikan yang signifikan dalam kasus ISPA di Batam. Pergerakan trennya dinilai masih tetap sama cenderung melandai bila dibandingkan dengan data tahun sebelumnya. Namun begitu pihaknya tetap mengimbau warga untuk waspada terhadap penularan ISPA.

“Kondisi cuaca atau peralihan cuaca juga bisa memicu ISPA. Untuk itu pakai masker saat di luar rumah sangat dianjurkan,” katanya.

Didi menyebutkan, ISPA adalah infeksi yang terjadi di saluran pernapasan, baik saluran pernapasan atas maupun bawah. Infeksi ini dapat menimbulkan gejala batuk, pilek, dan demam.

Baca Juga: Berpura-pura Sebagai Pelancong, Pelaku dan 3 Calon PMI Ilegal ke Malaysia Diamankan

ISPA sangat mudah menular dan dapat dialami oleh siapa saja, terutama anak-anak dan lansia. ISPA menimbulkan peradangan di saluran pernapasan, mulai dari hidung hingga paru-paru. Pada sebagian besar kasus, ISPA disebabkan oleh virus dan dapat sembuh sendirinya tanpa pengobatan khusus.

ISPA disebabkan oleh infeksi virus atau bakteri di saluran pernapasan. Saluran pernapasan yang dapat terserang infeksi bisa saluran pernapasan atas atau bawah. Meski demikian, penyakit ISPA paling sering disebabkan oleh infeksi virus dan paling sering terjadi pada saluran pernapasan bagian atas.

Ditambahnya, selain ISPA, jika komplikasinya pada anak biasanya radang paru-paru. Dan ini infeksinya sudah bukan di saluran pernapasan atas lagi. Biasanya jika sudah masuk di radang paru-paru atau pneumonia memerlukan perawatan medis serta bisa menyebabkan kematian bagi penderitanya.

“Ketika terjadi kompilasi pada anak-anak biasanya itu sudah masuk radang paru-paru (Pneumonia). Dan jika tidak diobati bisa menyebabkan kematian,” tukas Didi. (*)

 

Reporter: Rengga Yuliandra

Update