Selasa, 13 Januari 2026

Tumpukan Sampah Mengular di Jalan Dekat Kawasan Industri Sekupang, Warga Keluhkan Bau Menyengat

spot_img

Berita Terkait

spot_img
Tumpukan sampah rumah tangga tampak mengular di sepanjang ruas jalan tak jauh dari Kawasan Industri Sekupang, Kamis (18/12). F.Rengga Yuliandra

batampos – Tumpukan sampah rumah tangga tampak mengular di sepanjang ruas jalan tak jauh dari dekat Kawasan Industri Sekupang. Warga mengeluhkan bau menyengat yang bersumber dari sampah tersebut.

Pantauan Batam Pos di lokasi, sampah yang dibungkus dalam karung dan kantong plastik berbagai warna ditumpuk di bahu jalan hingga memakan sebagian badan jalan, menimbulkan bau menyengat terutama pada siang hari.

Dari pengamatan, sampah tersebut diduga sudah menumpuk selama beberapa hari tanpa pengangkutan. Kondisi ini memaksa kendaraan yang melintas memperlambat laju karena sebagian badan jalan tertutup sampah. Tak hanya itu, sisa-sisa sampah juga terlihat berserakan di sekitar lokasi, diduga akibat hembusan angin serta aktivitas bongkar muat.

Sejumlah warga mengeluhkan kondisi tersebut karena dinilai mengganggu kenyamanan dan merusak citra kawasan industri.

“Bagaimana Kota Batam bisa bersih kalau sampah dibiarkan menumpuk seperti ini, apalagi lokasinya dekat kawasan industri,” ujar Anita, warga yang melintas di lokasi.

Baca Juga: Hadapi Lonjakan Nataru, Dirut PELNI Tinjau Kesiapan KM Nggapulu di Batam

Selain bau tak sedap, warga juga khawatir tumpukan sampah tersebut dapat memicu munculnya penyakit, terlebih di musim hujan saat ini. Genangan air di sekitar lokasi berpotensi menjadi tempat berkembang biaknya lalat dan nyamuk serta memperparah pencemaran lingkungan.

Pantauan di lapangan juga menunjukkan masih adanya aktivitas pembuangan sampah. Beberapa kendaraan roda tiga terlihat berhenti untuk menurunkan muatan, menandakan lokasi tersebut diduga dijadikan titik pembuangan sementara. Namun karena belum ada penanganan cepat, volume sampah terus bertambah.

Warga pun berharap penutupan lokasi benar-benar dilakukan secara permanen dan diikuti dengan pengawasan ketat, agar persoalan sampah di kawasan industri tidak terus berulang.

“Kalau ini dibiarkan, citra Batam sebagai kota industri dan tujuan investasi bisa tercoreng,” ujar Yuli, warga lainnya.

Menanggapi kondisi tersebut, Camat Sekupang, Ersan, menjelaskan bahwa lokasi tersebut sebenarnya sudah pernah dibersihkan sekitar satu bulan lalu. Namun, karena tidak adanya penutupan fisik, sampah kembali menumpuk.

“Itu sudah kita angkut sebulan lalu, tapi susah dibersihkan kalau tidak ditutup. Rencananya memang mau kita tutup total dan dipindahkan ke TPS Beliung,” ujar Ersan.

Baca Juga: Polisi Bakal Bersiaga di Tempat Wisata Pada Akhir Tahun

Ia mengungkapkan, pihak kecamatan berencana memasang portal agar tidak ada lagi kendaraan yang membuang sampah di lokasi tersebut, terutama pada malam hari.

“Kalau tidak dipasang portal, tetap saja malam hari orang buang sampah. Rata-rata yang buang itu rumah makan dan kaki lima, bahkan ada dari kecamatan lain,” katanya.

Ersan menyebutkan, keterbatasan armada pengangkut dari Dinas Lingkungan Hidup (DLH) menjadi salah satu kendala utama, terutama saat hujan karena antrean di Tempat Pembuangan Akhir (TPA).

“Minggu ini rencananya akan kita angkut dan bersihkan habis. Setelah itu lokasi akan ditutup permanen. Kita pasang portal seperti di sekitar SMAN 1, motor masih bisa lewat, tapi mobil harus buka-tutup portal,” jelasnya.

Ia juga menegaskan bahwa kewenangan kontainer sampah berada di DLH, sementara pihak kecamatan hanya berupaya mengambil langkah darurat demi menjaga kebersihan wilayah. (*)

Update