
batampos – Kepala Dinas Pariwisata Provinsi Kepri, Buralimar akan melobi para pengelola kapal, agar menurunkan harga tiket Batam-Singapura atau sebaiknya. Lobi ini bukan tanpa alasan, beberapa waktu lalu pengelola kapal menaikan harga tiket disebabkan sepinya jumlah penumpang.
Namun kini, jumlah penumpang yang lalu lalang Batam ke Singapura semakin banyak dan ramai. Hal ini terlihat dari data pihak Imigrasi Batam, sebanyak 111.748 orang lalu lalang Batam ke Singapura atau sebaliknya. Data ini diambil dari 4 Tempat Pemeriksaan Imigrasi (TPI) yakni Pelabuhan Harbour Bay, Pelabuhan Nongsapura, Pelabuhan Batam Center dan Teluk Senimba.
“Semakin banyak yang lalu lalang, tidak hanya WNA (Warga Negara Asing) saja, tapi juga Warga Negara Indonesia,” kata Buralimar, Rabu (8/6).
Ia mengatakan akan segera menjalin komunikasi dengan para pemilik kapal atau pengelola transportasi Batam ke Singapura. Dari komunikasi yang akan dijalin ini, Buralimar berharap mendapatkan kepastian atau jawaban mengenai harga tiket kapal.
“Kami ingin dengar langsung, apa kendala dan penyebab harga tiket ini mahal. Sebab jika penumpang sepi, saat ini sudah mulai naik. Saya akan undang para pengelola untuk meeting atau ngopi santai, membicarakan hal ini,” tuturnya.
Pemerintah, kata Buralimar, sudah berusaha maksimal untuk melakukan lobi-lobi diskresi aturan, bahkan hingga mencoba melobi pengelola kapal. Buralimar berharap pelaku pariwisata juga dapat menahan diri, untuk tidak mengambil margin keuntungan yang terlalu besar.
“Sekali lagi saya katakan, tolong beri diskon. Jangan hanya weekday, tapi juga weekend. Semakin banyak yang datang, tentunya semakin ramai yang hotel, restoran ataupun tempat wisata lainnya,” ujarnya. (*)
Reporter : FISKA JUANDA



