
batampos – Hingga penutupan akhir tahun 2025, penyaluran dana bergulir yang digelontorkan Pemerintah Kota Batam melalui Dinas Koperasi, Usaha Kecil, dan Menengah (KUKM) tercatat mencapai Rp3,95 miliar. Dana tersebut disalurkan kepada 36 penerima, terdiri dari 35 pelaku usaha mikro dan satu koperasi.
Jumlah penyaluran pada 2025 ini lebih rendah dibandingkan realisasi tahun 2024 yang mencapai Rp5,54 miliar. Meski demikian, Pemerintah Kota Batam memastikan program dana bergulir tetap berjalan sebagai salah satu instrumen utama dalam memperkuat akses permodalan bagi pelaku usaha kecil.
Kepala Dinas Koperasi dan UKM Kota Batam, Salim, mengatakan penyaluran dana bergulir dilakukan melalui proses verifikasi dan validasi ketat terhadap setiap pengajuan yang masuk. Hal ini dilakukan untuk memastikan dana yang disalurkan tepat sasaran dan dapat dipertanggungjawabkan.
“Penyaluran ini merupakan hasil dari seleksi dan verifikasi administrasi serta kelayakan usaha. Hingga akhir 2025, total dana bergulir yang tersalur mencapai Rp3,95 miliar,” ujar Salim, Senin (29/12).
Ia menjelaskan, pada tahun 2025 terdapat 36 penerima pinjaman dana bergulir, yang mayoritas merupakan pelaku usaha mikro. Skema pinjaman dirancang untuk membantu pelaku usaha meningkatkan kapasitas produksi dan menjaga keberlanjutan usaha.
Untuk tahun 2026, Salim menyebutkan skema dan persyaratan pinjaman dana bergulir tidak mengalami perubahan signifikan. Pelaku usaha mikro maupun koperasi tetap dapat mengakses pinjaman hingga Rp150 juta dengan bunga flat sebesar 4 persen per tahun dan tenor maksimal lima tahun.
Dari sisi jaminan, Pemerintah Kota Batam juga memberikan fleksibilitas dengan membuka opsi penggunaan sertifikat elektronik, selain sertifikat tanah dan bangunan konvensional. Kebijakan ini dilakukan sebagai bentuk penyesuaian terhadap digitalisasi layanan dan penguatan kepastian hukum.
“Persyaratan pengajuan hampir sama dengan tahun ini,” katanya.
Selain menyalurkan modal, Dinas KUKM Batam juga memberikan pendampingan kepada penerima pinjaman, termasuk pelatihan manajemen usaha dan pengelolaan keuangan dasar. Pendampingan ini bertujuan untuk meminimalkan risiko kredit macet serta memastikan dana bergulir dimanfaatkan secara optimal.
Baca Juga: Awal Tahun Jadi Momentum, Arus Pendatang ke Batam Masih Tinggi
“Kami ingin program dana bergulir ini benar-benar berputar dengan baik dan terus memberi manfaat bagi pelaku usaha kecil di Batam,” sebut Salim.
Sebagai penutup tahun 2025, Salim menegaskan bahwa Pemerintah Kota Batam tetap berkomitmen melanjutkan program dana bergulir. Untuk tahun 2026, Pemko Batam telah menyiapkan anggaran sebesar Rp11 miliar dan pengajuan pinjaman dapat mulai dilakukan sejak awal tahun.
“Insyaallah awal tahun sudah siap,” tutupnya. (*)



