Kamis, 15 Januari 2026

Udin P Sihaloho Soroti Kinerja Dishub Tangani Parkir di Pulau Batam

spot_img

Berita Terkait

spot_img
Udin P Sihaloho

batampos – Anggota DPRD Kota Batam, Udin P Sihaloho mengatakan kinerja Dinas Perhubungan Kota Batam terkait permasalahan parkir masih jauh dari harapan. Meskipun sudah berulang menyampaikan keluhan masyarakat, namun belum ada respon atau evaluasi.

Udin menyampaikan, hal yang paling mendasar dan menjadi masalah yang terus muncul adalah parkir tepi jalan. Selain persoalan ketersediaan karcis, jukir liar, Pemko Batam juga tengah dihadapkan dengan kehilangan penerimaan daerah, usai kenaikan tarif ditetapkan.

“Tak ada evaluasi. Kami sudah dorong, bahkan bawa rapat. Namun hingga kini masih bergitu- begitu saja, tanpa ada perubahan,” sebutnya, Senin (19/2).

Sementara mereka ditarget Rp15 miliar tahun ini. Meskipun pesimis angka itu tercapai, meskipun sudah didorong dengan kenaikan tarif parkir. Hal ini karena di bulan kedua di tahun ini, belum ada perubahan. Misalnya, ketersediaan tarif. Hal yang sederhana seperti ini tidak bisa diselesaikan. Karcis yang ada pada jukir juga tidak utuh. Sehingg tidak diketahui juga berapa sebenarnya uang parkir yang dihasilnya.

Baca Juga: Loncat dari KM Kelud, Warga Batam Belum Ditemukan

Dishub menyatakan bulan Januari penerimaan daerah untuk parkir tepi jalan mengalami kenaikan dari target bulanan. Capaian di angka Rp500 juta, sementara target mereka hanya Rp450 juta. Misalnya punRp450 juta target, jika dibagi dengan 30 hari, artinya satu hari kurang lebih penerimaan hanya 17 juta.

Jukir liar mengutip uang parkir di pasar kaget di Simpang Tobing, Batuaji, Kamis (8/2). Selain tak sesuai ketentuan, sejumlah jukir juga balik marah ke pengendara ketika diminta karcis. F. Dalil Harahap/Batam Pos

“Logis gak ini menurut kita semua. Padahal kalau kita lihat di lapangan, setiap sudut jukir ada. Kami kemarin minta data ril titik parkir juga belum disampaikan. Kalau titik parkir ada 500 an. Tinggal dibagi saja Rp17 juta tersebut, berapa per titik,” ungkapnya.

Pada intinya, masyarakat hanya ingin ada perubahan pelayanan, atas kenaikan tarif parkir ini. Berulang persoalan muncul, tidak kunjung dibenahi. Meskipun banyak yang mereka tawarkan, seperti parkir berlangganan yang diperkirakan bisa mengoptimalkan pendatapan, tidak kunjung terealisasi hingga kini.

Baca juga: Sistem Autogate Cap Paspor masih Bermasalah, Penumpang Memilih Cap Paspor Manual

“Parkir non tunai. Entah sampai mana progresnya. Kata mau ada 100 titik yang non tunai, namun tidak juga ada,” keluh Udin.

Ia berharap Dishub Batam berbenah untuk mengatasi persoalan parkir ini. Sehingga masyarakat juga merasa aman, satu lagi soal transparansi dalam transaksi penerimaan daerah juga bisa dipantau, jika sistem digital.

“Benahi saja dulu. Jangan ngomong soal capaian penerimaan kalau pelayanan masih sama dengan sebelum kenaikan tarif,” terangnya.(*)

 

Reporter : Yulitavia

Update