Minggu, 18 Januari 2026

UKJ AJI Batam: Uji Etika, Keterampilan, dan Wawasan Jurnalis

spot_img

Berita Terkait

spot_img
Pelaksanaan Uji Kompetensi Jurnalis AJI Batam di Hotel PIH Batam
AJI Batam menggelar Uji Kompetensi Jurnalis (UKJ) selama dua hari di Hotel PIH Batam, diikuti 19 jurnalis dari tiga jenjang kompetensi. F. AJI Batam untuk Batam Pos

batampos – Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Batam menggelar Uji Kompetensi Jurnalis (UKJ) selama dua hari, Sabtu–Minggu (20–21/12/2025), bertempat di Hotel PIH Batam. Kegiatan ini diikuti oleh 19 jurnalis dari tiga jenjang kompetensi sebagai bagian dari upaya peningkatan profesionalisme jurnalis di Kota Batam.

Sebanyak empat peserta mengikuti UKJ jenjang muda, tujuh jenjang madya, dan delapan jenjang utama. UKJ menjadi salah satu instrumen penting untuk memastikan jurnalis bekerja sesuai standar kompetensi, etika, dan kaidah jurnalistik yang berlaku.

AJI Indonesia menugaskan empat penguji, yakni Ichwan Prasetyo, M Ramond Eka Putra Usman, Winahyu Dwi Utami, dan Slamet Widodo, serta satu penguji magang Sunudyantoro. Dua penguji, M Ramond Eka Putra Usman dan Winahyu Dwi Utami, melaksanakan pengujian secara daring.

Pelaksanaan UKJ AJI Batam dilakukan secara hybrid, dengan memanfaatkan Learning Management System (LMS) sebagai platform utama dalam proses pengujian teori dan praktik.

Ketua Badan Penguji UKJ AJI Indonesia, Ichwan Prasetyo, secara resmi membuka pelaksanaan ujian. Ia menegaskan bahwa UKJ dirancang untuk menguji tiga aspek utama yang wajib dikuasai jurnalis.

“Rundown ujian hari ini merupakan manifestasi tiga hal pokok sebagai jurnalis, yaitu keterampilan jurnalistik, wawasan jurnalistik termasuk pemahaman dan pengamalan kode etik, serta pengetahuan umum,” ujar Ichwan.

Ia menekankan bahwa setiap aspek memiliki standar kelulusan minimal yang sama dan harus dipenuhi oleh peserta.

“Semua materi uji minimal harus mendapat nilai 70. Tidak ada istilah satu mata uji bagus, lalu yang lain boleh minimal,” ucapnya.

Menurut Ichwan, UKJ bersifat unjuk kerja yang mengukur praktik jurnalistik sehari-hari para peserta.

“Jika selama ini pekerjaan jurnalistik dilakukan sesuai kredo jurnalistik, seharusnya peserta bisa mengikuti ujian ini dengan baik,” katanya.

Ia menambahkan, apabila peserta dinyatakan belum kompeten, hal tersebut dapat menjadi bahan evaluasi terhadap praktik jurnalistik yang selama ini dijalankan.

“Kalau ada yang tidak kompeten, berarti ada pekerjaan sehari-hari yang perlu dikoreksi,” ujarnya.

Materi UKJ hari pertama meliputi sejarah dan potret terkini media massa, hukum pers, kode etik dan kode perilaku jurnalis, serta pemahaman teori jurnalistik terkait fakta, opini, dan hoaks. Peserta juga diuji mengenai ragam, unsur, nilai, dan bobot berita, penggunaan bahasa jurnalistik, serta praktik wawancara dan penulisan laporan.

Pada hari pertama pelaksanaan UKJ, AJI Batam menghadirkan dua narasumber untuk sesi praktik wawancara, yakni Ketua Jaringan Save Migrant Pdt Musa Mau dan Direktur Lembaga Studi Bantuan Hukum (LSBH) Masyarakat Kepulauan, Nofitra Putri Manik.

Selain itu, pelaksanaan UKJ AJI Batam juga mendapat kontribusi dari LPM Paradigma Politeknik Batam, yang turut mendukung kegiatan melalui keterlibatan dalam dokumentasi, publikasi, serta penguatan atmosfer akademik dan jurnalistik selama kegiatan berlangsung. (*)

ReporterAziz Maulana

Update