
batampos – Upaya Pemerintah Kota Batam dalam mendorong pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) naik kelas mulai menunjukkan hasil konkret. Sebanyak 20 UMKM lokal kini berhasil menembus pasar ekspor, khususnya ke Johor Bahru, Malaysia.
Kepala Dinas Koperasi dan Usaha Mikro Kota Batam, Salim, mengatakan capaian tersebut menjadi indikator meningkatnya daya saing produk UMKM di pasar internasional.
“Data kami menunjukkan sudah ada 20 UMKM yang rutin mengekspor produk ke Johor Bahru, dengan berbagai jenis seperti makanan ringan, kue, kerajinan, hingga oleh-oleh khas Batam,” ujarnya.
Baca Juga: Antisipasi Kenaikan BBM, BP Batam Konsolidasikan Pelaku Usaha hingga Pertamina
Menurutnya, keberhasilan tersebut tidak lepas dari pembinaan berkelanjutan yang dilakukan pemerintah, mulai dari peningkatan kualitas produk, pengemasan, hingga akses pemasaran.
Momentum penguatan UMKM juga terlihat dalam gelaran bazar pada ajang Musabaqah Tilawatil Quran dan Hadis (MTQH) 2026. Sekitar 150 pelaku UMKM ambil bagian, menampilkan beragam produk unggulan.
“Bazar ini bukan sekadar transaksi, tapi juga sarana promosi dan peningkatan daya saing. Bahkan seluruh stan dinilai untuk mendorong inovasi pelaku usaha,” kata Salim.
Selain itu, kegiatan tersebut turut menghadirkan layanan perizinan usaha secara langsung guna mempercepat legalitas UMKM.
Baca Juga: Wakil Kepala BP Batam Turun Tangan Tindak Aktivitas Tambang Pasir Ilegal Kampung Jabi
Salah satu pelaku UMKM, Ilu, menjadi contoh keberhasilan inovasi produk. Ia mengembangkan fesyen ramah lingkungan berbahan daur ulang tutup kaleng menjadi produk bernilai jual tinggi.
“Awalnya hanya rajutan biasa, sekarang kami kembangkan menjadi produk sustainable fashion. Alhamdulillah sudah diminati wisatawan asing, terutama dari Singapura dan Malaysia,” ujarnya.
Ia mengaku program akselerasi ekspor yang diikutinya membantu meningkatkan kualitas produk hingga mampu bersaing di pasar global.
Sementara itu, Wali Kota Batam, Amsakar Achmad, menegaskan bahwa UMKM merupakan pilar utama pertumbuhan ekonomi daerah.
“UMKM adalah tulang punggung ekonomi. Tidak cukup hanya kegiatan seremonial, harus ada intervensi nyata mulai dari manajemen usaha, akses permodalan, pemasaran, hingga peningkatan kualitas produk,” tegasnya.
Ia juga mendorong pelaku usaha memanfaatkan fasilitas seperti Pusat Layanan Usaha Terpadu (PLUT) untuk meningkatkan kualitas desain kemasan agar lebih menarik dan kompetitif.
Baca Juga: Dua SMK di Batam Siap Buka Jurusan Konstruksi, Tunggu Persetujuan
Selain itu, aspek legalitas seperti Nomor Induk Berusaha (NIB), PIRT, dan sertifikasi halal dinilai menjadi kunci untuk memperluas akses pasar.
“Yang terpenting bukan hanya ikut pameran, tetapi ada peningkatan kapasitas. Grafik pertumbuhan UMKM Batam harus terus naik setiap tahun,” tutupnya. (*)



