
batampos – Universitas Batam (UNIBA) menjadi tuan rumah peluncuran Program Pendidikan Dokter Spesialis (PPDS) yang digelar secara nasional bersama tiga perguruan tinggi di Sumatra, yakni Universitas Andalas, Universitas Riau, dan Universitas Sriwijaya, Senin (10/2).
Kegiatan yang berlangsung di Gedung Graha Bintang UNIBA tersebut menjadi momentum penting dalam penguatan pendidikan kedokteran di wilayah Sumatra, khususnya dalam menjawab kebutuhan dokter spesialis di daerah kepulauan seperti Kepulauan Riau.
Peluncuran PPDS ini menandai komitmen bersama perguruan tinggi untuk memperluas akses pendidikan dokter spesialis sekaligus mendukung pemerataan tenaga kesehatan di luar Pulau Jawa.
Dalam kesempatan itu, Universitas Batam secara resmi membuka empat Program Studi Dokter Spesialis melalui Fakultas Kedokteran, yakni Spesialis Kedokteran Keluarga Layanan Primer (Sp.KKLP), Spesialis Obstetri dan Ginekologi (Sp.OG), Spesialis Bedah (Sp.B), serta Spesialis Anestesiologi dan Terapi Intensif (Sp.An).
Kehadiran empat program tersebut diharapkan memberi kesempatan lebih luas bagi dokter umum untuk melanjutkan pendidikan secara linier hingga jenjang spesialis tanpa harus ke Pulau Jawa. Langkah ini sekaligus menjadi bagian dari upaya pemerataan tenaga dokter spesialis di berbagai daerah.
Rangkaian acara diawali dengan laporan Dekan Fakultas Kedokteran UNIBA, dr. Fachrul Jamal, Sp.An., KIC, yang menyampaikan bahwa pembukaan PPDS UNIBA merupakan bagian dari kolaborasi nasional empat perguruan tinggi di Sumatra.
Menurutnya, pengembangan PPDS selaras dengan kebutuhan pelayanan kesehatan di Kota Batam yang terus berkembang sebagai kota industri dan perdagangan dengan jumlah penduduk yang meningkat.
“UNIBA berkomitmen menjaga standar akademik nasional serta menghasilkan dokter spesialis yang profesional, berintegritas, memiliki empati, dan berorientasi pada pengabdian masyarakat,” ujarnya.
Sementara itu, Rektor Universitas Batam Prof. Dr. Ir. Samsul Rizal, M.Eng., IPU., ASEAN Eng., menyampaikan apresiasi kepada universitas pembina, yakni Universitas Padjadjaran, Universitas Andalas, dan Universitas Syiah Kuala, serta dukungan dari LLDIKTI Wilayah XVII.
Ia menyoroti masih adanya ketimpangan distribusi dokter spesialis yang selama ini cenderung terpusat di Pulau Jawa. Karena itu, kehadiran PPDS di UNIBA diharapkan dapat membantu memenuhi kebutuhan dokter spesialis di Kepulauan Riau dan wilayah Sumatra, khususnya di bidang bedah, obstetri dan ginekologi, anestesi, serta kedokteran keluarga layanan primer.
Perwakilan LLDIKTI Wilayah XVII turut mengapresiasi keberhasilan UNIBA membuka empat program studi dokter spesialis sekaligus. Menurutnya, capaian tersebut didukung kesiapan institusi yang matang, mulai dari akreditasi unggul Program Studi Pendidikan Dokter dan Profesi Dokter, kurikulum berbasis kompetensi, sarana dan prasarana memadai, hingga dukungan rumah sakit pendidikan milik sendiri.
Di tengah kondisi nasional yang masih menghadapi kekurangan dokter spesialis dan ketimpangan distribusi tenaga medis, khususnya di wilayah kepulauan, kehadiran PPDS UNIBA dinilai sebagai langkah strategis yang berdampak regional hingga nasional.
Perwakilan Wali Kota Batam dalam sambutannya menyampaikan bahwa keberadaan perguruan tinggi di Batam berkontribusi besar terhadap peningkatan kualitas sumber daya manusia daerah. Ia berharap dengan hadirnya PPDS di UNIBA, lulusan kedokteran di Batam dan sekitarnya dapat melanjutkan pendidikan spesialis tanpa harus keluar daerah, sekaligus meningkatkan mutu pelayanan kesehatan masyarakat.
Pada rangkaian acara yang sama, dilakukan penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) antara Universitas Batam dan Pemerintah Kota Batam yang ditandatangani Rektor UNIBA dan Wali Kota Batam Amsakar Achmad. Selain itu, Perjanjian Kerja Sama (PKS) juga diteken antara Dekan Fakultas Kedokteran UNIBA dan Dinas Kesehatan Kota Batam.
Kerja sama tersebut menjadi wujud sinergi strategis dalam pengembangan pendidikan kedokteran, peningkatan pelayanan kesehatan, serta pembangunan sumber daya manusia di Kota Batam.
Dengan dibukanya PPDS ini, Universitas Batam tidak hanya memperluas peran akademiknya, tetapi juga mempertegas posisinya sebagai salah satu pusat pengembangan pendidikan kedokteran di wilayah Sumatra. (*/adv)



