Sabtu, 10 Januari 2026

Untuk Mudik Lebaran 2025, Garuda Indonesia dan Citilink Turunkan Harga Tiket

spot_img

Berita Terkait

spot_img
Ilustrasi. PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk

batampos–Maskapai penerbangan nasional Garuda Indonesia bersama anak usahanya, Citilink, secara resmi mendukung kebijakan penurunan harga tiket penerbangan domestik selama periode mudik Lebaran 1446H.

Kebijakan ini telah diberlakukan sejak 1 Maret 2025 dan diharapkan dapat meringankan beban masyarakat yang ingin pulang kampung.
Penurunan harga tiket berlaku untuk periode pembelian 1 Maret hingga 7 April 2025, dengan jadwal keberangkatan 24 Maret sampai 7 April 2025.

“Kami memahami bahwa momen hari raya adalah waktu yang dinantikan banyak masyarakat untuk bersilaturahmi dengan keluarga dan kerabat. Oleh karena itu, layanan transportasi udara dengan harga terjangkau di periode peak season menjadi kebutuhan penting dalam perencanaan perjalanan mudik,” ujar Direktur Utama Garuda Indonesia, Wamildan Tsani Panjaitan, Selasa (11/3).

BACA JUGA: Garuda Indonesia Kembali Buka Kantor Sales Office di Batamcenter

Mengacu pada keputusan Pemerintah RI, rata-rata penurunan harga tiket yang akan dirasakan masyarakat dapat mencapai  14 persen dari harga normal.

Garuda Indonesia dan Citilink telah memperhitungkan kebijakan ini secara matang, terutama dari aspek proyeksi pertumbuhan jumlah penumpang di musim Lebaran.

“Kami optimistis bahwa kebijakan ini akan memberikan dampak positif bagi pertumbuhan pendapatan perusahaan. Peningkatan jumlah penumpang selama musim mudik diharapkan dapat mengompensasi penyesuaian harga tiket yang telah dilakukan,” jelas Wamildan.

PT Bandara Internasional Batam (BIB) memperkirakan adanya lonjakan jumlah penumpang di Bandara Hang Nadim Batam pada momen Lebaran Idul Fitri 2025.

Direktur Utama PT BIB, Pikri Ilham Kurniansyah, menyatakan pergerakan penumpang diprediksi meningkat sekitar 5 hingga 10 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu.

“Peningkatan ini dipengaruhi oleh libur panjang yang berdekatan dengan perayaan Nyepi dan Lebaran Idul Fitri, sehingga arus mudik akan lebih tersebar,” ujar Pikri.

Untuk mengantisipasi lonjakan tersebut, pihaknya sebagai pengelola Bandara Hang Nadim terus berkoordinasi dengan maskapai guna menambah frekuensi penerbangan ke beberapa rute dengan permintaan tinggi, terutama tujuan Jakarta, Pulau Jawa, dan Padang.

Selain itu, PT BIB juga bersiap menghadapi kepulangan tenaga kerja Indonesia (TKI) dari Singapura dan Malaysia yang pulang ke kampung halaman melalui Batam.

“Kami terus berkoordinasi dengan maskapai, khususnya untuk tambahan penerbangan ke Jakarta, Jawa, dan Padang. Hal ini tak hanya untuk mengakomodasi penumpang asal Batam, tetapi juga para pekerja migran dari Singapura dan Malaysia yang transit melalui Batam,” terangnya.(*)

Reporter: Azis

 

 

Update