
Keran DPRD Batam Masih Mati dan Disegel
batampos – Aksi warga Tanjung Sengkuang, Kecamatan Batu Ampar, akhirnya membuahkan hasil. Sehari setelah menggelar unjuk rasa terkait krisis air bersih yang berlangsung hampir setahun, aliran air di permukiman warga mulai kembali mengalir. Ironisnya, pada waktu yang sama, suplai air bersih ke Kantor DPRD Kota Batam justru masih terhenti dan kerannya tetap tersegel.
Warga menilai kembalinya aliran air ke rumah-rumah mereka tidak lepas dari tekanan aksi massa yang digelar di Kantor BP Batam, Kantor Wali Kota Batam, dan DPRD Batam.
Ruslina, warga Tanjung Sengkuang RT 01/RW 03, mengatakan, air mulai mengalir sejak Jumat (23/1) pagi. Meski debitnya belum deras, suplai tersebut sudah cukup untuk memenuhi kebutuhan dasar sehari-hari.
“Sekarang sudah mulai hidup. Tidak seperti kemarin-kemarin yang airnya hanya mengalir sekitar pukul 02.00 dini hari. Setelah kami turun demo, air mulai normal,” ujar Ruslina kepada Batam Pos, Jumat (23/1) sore.
BERITA SELENGKAPNYA BACA DI harian.batampos.co.id



