
batampos – Krisis air bersih di wilayah Tanjung Uma, Kecamatan Lubuk Baja, Kota Batam, hingga kini belum juga teratasi. Sejak pengelolaan air beralih ke Air Batam Hilir (ABH), warga mengaku semakin kesulitan mendapatkan pasokan air bersih.
Selama berbulan-bulan, masyarakat terpaksa membeli air dari wilayah lain untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. Harga air bahkan mencapai Rp15 ribu per drum.
Ketua RT 1/RW 4 Tanjung Uma, Priyono, mengatakan pasokan air di lingkungannya sudah lama tidak mengalir. Kondisi tersebut memaksa warga membeli air dari daerah yang masih memiliki aliran air.
BACA SELENGKAPNYA DI harian.batampos.co.id



