Minggu, 1 Februari 2026

Vaksin Mampu Bentuk Kekebalan Tubuh untuk Lawan Virus Covid-19

spot_img

Berita Terkait

spot_img

Kepulauan Riau ditetapkan pemerintah sebagai pintu masuk bagi wisatawan mancanegara (Wisman). Kota Batam dan Bintan dipilih menjadi salah satu pintu masuk. Saat ini Kepri dinyatakan PPKM Level 1 dan dinilai sudah bisa menerima kedatangan wisman.

Yulitavia, Batam

batampos.co.id – Upaya pemerintah Kota Batam untuk membentuk kekebalan tubuh dalam melawan Covid-19 membuahkan hasil. Berdasarkan hasil survei yang dilakukan pemerintah 70 persen warga Batam memiliki kekebalan tubuh yang cukup tinggi. Hasilnya menunjukkan 136 U/ml, dan ini termasuk kategori bagus dan memilki potensi sebagai penyumbang plasma darah untuk membantu pasien Covid-19.

Pemerintah Kota Batam mengumumkan hasil survei Herd Immunity yang sudah dilakukan selama dua pekan terakhir ini. Hasilnya 70 persen dari hasil survei menunjukkan hasil yang cukup baik yaitu 130 U/ml. Angka ini cukup tinggi, dan artinya masyarakat Batam memiliki kekebalan tubu yang tinggi.

“Angka tersebut bisa dibilang bagus. Dan orang dengan kategori ini bisa menjadi pendonor plasma, karena kekebalan tubuh mereka cukup bagus,” kata Wakil Wali Kota Batam, Amsakar Achmad usai menghadiri pemaparan di ruang rapat Sekda, Jumat (5/11/2021).

Berdasarkan paparan dari Pakar epidemiologi didapatkan nilai titer antibodi masyarakat yang ikut menjadi peserta survei.

Pertama titer non reaktif atau tidak memiliki imin tubuh atau non reaktif sebanyak 10,4 persen. Berdasarkan hasil yang didapat 90 persen dari sampel ini merupakan orang yang belum divaksin dan tidak wajib vaksin.

Kedua titer antibody di bawah 136 U/ml mencapai 19.5 persen. Hasil ini didapat dari mereka yang baru mengikuti vaksin satu kali. Ketiga mereka dengan imun tubuh di atas 136 U/ml adalah mereka yang sudah menjalani vaksin dua kali.

Ketiga titer antibody lebih dari 136 U/ml sebanyak 70,1 persen. Kategori ini didapatkan dari masyarakat yang sudah ikut vaksin sebanyak dua kali.

“Hal ini membuktikan bahwa orang yang sudah divaksin dua kali memiliki kekebalan tubuh lebih baik, dan dengan nilai di atas 136 U/ml tersebut mereka juga bisa menjadi pendonor plasma untuk membatu pasien Covid-19 yang membutuhkan donor plasma,” jelasnya.

Amsakar menjelaskan dengan hasil survei ini, sudah tidak ada keraguan bagi masyarakat yang masih belum vaksin, untuk segera ikut vaksin. Saat ini capaian sudah mencapai 86 persen untuk dosis pertama, dan masih ada 14 persen yang belum divaksin.

“Ini yang harus dikejar. Bagaimana agar mereka mau vaksin. Karena sudah jelas, kalau ikut vaksin kekebalan tubuh menjadi kuat, sehingga bisa menahan serangan virus Covid-19,” ujarnya.

Kepala Dinas Kesehatan Kota Batam, Didi Kusmarjadi, mengatakan, berdasarkan hasil survei sementara, kekebalan kelompok masyarakat Batam cukup kuat.

Menurutnya, 90 persen masyarakat yang sudah disurvei sudah memiliki antibodi penangkal Covid-19 di dalam tubuhnya.

“Memang antibodi itu bisa menurun, tetapi kalau sudah masuk ke dalam tubuh akan secara otomatis mampu menangkal virus Covid-19. Karena dengan vaksin, tubuh sengaja dikenalkan dengan virus itu sendiri,” katanya.

Survei dilakukan secara acak dan pengambilan sampel sudah dilakukan dengan standar yang ada dan bisa dipercaya. Selain untuk memeriksa kekebalan kelompok, tujuan survei pun sebenarnya untuk mengukur tingkat penyebaran Covid-19 di Batam.

Pihaknya masih melihat faktor-faktor lain yang kemungkinan berkontribusi terhadap imunitas seperti makanan serta pola hidup subjek sampel.

“Survei dilakukan menggunakan mobile statistik, dan ada sekitar 400 sampel yang bisa dipercaya yang diambil dari masyarakat di 12 kecamatan yang ada di Batam. Dengan margin error di bawah persen dan alat yang memadai, hasil survei cukup bisa dipercaya,” tutup Didi.

Semakin membaiknya pengendalian dan penanganan Covid-19 di Kota Batam turut mendorong diberlakukannya Travel Bubble. Seperti diketahui sejak awal tahun ini Pemerintah Kota Batam sudah membenahi sektor pariwisata guna menyambut datangnya wisman.

Wali Kota Batam, Muhammad Rudi mengatakan dari awal penerapan protokol kesehatan (Protkes) sudah mulai dijalankan. Kawasan Nongsa dipilih menjadi salah satu pintu masuk bagi wisman asal Singapura.

Penerapan Protkes seperti penyediaan infrastruktur seperti alat pengecekan suhu, tempat cuci tangan, memastikan tempat tujuan rutin dilakukan penyemprotan handsanitizer spray. Hal ini guna memberikan kenyamanan dalam menyambut wisman nantinya.

Rudi tidak mau terburu-buru dan bereuforia menyambut kedatangan wisatawan mancanegara ke Batam. Hal ini tidak lepas dari target vaksinasi yang belum 100 persen, dan masih tingginya kasus di negara Singapura saat ini.

“Vaksinasi kita masih 86 persen, dan masih ada 14 persen lagi yang belum. Ini yang mau saya kejar dulu. Saya tak mau buru-buru buka, nanti kalau ada kasus malah recovery nya lama lagi, saya tak mau. Jadi biarlah bersakit-sakit dulu sekarang, saya mau selesaikan dulu vaksin ini,” kata dia.

Ia menjelaskan, terkait dipilihnya Nongsa menjadi pilot project untuk menyambut wisman tidak ada masalah. Semua pelaku wisata sudah divaksin, guna mendukung program ini. Kendati demikian tidak ada jaminan virus ini tidak ada. Negara Singapura meminta warga Nongsa untuk divaksin semua, dan itu bisa dengan mudah dilakukan.

“Kendalanya adalah, saya tidak bisa melarang warga lain datang ke Nongsa, ketika wisman datang. Ini akan jadi masalah nantinya, meskipun area kedatangan mereka terbatas, tetap ada ke khawatiran. Tidak saja itu, kalau saya buka, dan nanti ada wisman yang positif Covid-19, maka beritanya akan besar, dan membuat warga Singapura berfikiran negatif tentang Batam,” ujarnya

Untuk itu, pihaknya meminta ditunda terkait pembukaan pintu masuk ini. Rudi mengakut tidak ada masalah dengan penundaan ini, karena tujuannya adalah 100 persen vaksinasi.
Berikan waktu untuk menyelesaikan vaksin 100 persen, agar nanti tidak ada masalah.

“Karena ada satu hal yang perlu diingat. Kalau hari ini saya izinkan untuk dibuka, ternyata orang luar ke sini ada satu yang Covid-19 maka respon Singapura akan sangat luar biasa. Saya tidak mau ini terjadi. Kalau masih kena juga itu takdir namanya. Namun setidaknya kami sudah berusaha memenuhi protokol kesehatan dengan vaksin 100 persen sebagai jaminan, serta Protkes lainnya di ruang kedatangan, hotel, dan sebagainya,” beber Rudi.

Rudi saat ini masih terus mengedukasi warga untuk tidak abai terhadap protokol kesehatan. Upaya yang sudah dilakukan hingga saat ini harus diperhatikan. Pentingnya menggunakan masker, dan menghindari kerumunan perlu diterapkan.

“Setiap pertemuan selalu saya jelaskan pentingnya pakai masker dan melindungi orang terdekat dari paparan virus. Meskipun sekarang sudah landai tetap patuhi Protkes. Saya juga tidak pernah lepas masker di setiap pertemuan. Ini untuk memotivasi warga saya agar patuh Protkes,” ungkapnya.

Pemerintah Kota Batam akan melakukan survei terhadap kekebalan sistem imun rata-rata masyarakat Batam usai pelaksanaan vaksinasi di Kota Batam. Pelaksanaan survei ini merupakan salah satu persiapan dalam menyambut travel bubble dalam menyambut wisatawan mancanegara (wisman).

Rudi mengatakan pembukaan pintu masuk untuk wisman harus dipersiapkan dengan baik dan matang. Perintah untuk pembukaan pintu masuk ini harus dijalankan, kendati demikian ada hal yang harus disiapkan dengan sempurna.

“Jangan sampai mereka datang aman, ketika balik malah kena Covid-19. Ini akan menjadi masalah, nanti bisa tutup semua. Saya tidak pernah menolak soal masuknya wisman ini, namun saya hanya tidak ingin ujuk-ujuk soal ini, tanpa ada persiapan yang matang,” bebernya.

Menurutnya, hanya Batam yang melakukan survei kekebalan tubuh masyarakatnya. Hal ini bisa menjadi contoh bagi daerah lain ke depannya. Batam sebagai salah satu pintu masuk wisman harus maju satu langkah dari pada daerah lain. “Kalau rata-rata imun sudah diketahui, artinya kami punya data yang menjadi landasan dan dasar dalam menyambut wisman,” tutupnya.(*)

Update