
batampos – Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kota Batam memastikan tumpukan bawang bombai dan bawang Burma yang sempat viral karena dibuang di kawasan Tanjung Sengkuang, negatif mengandung pestisida berbahaya.
Kepala DKPP Batam, Mardanis, mengatakan timnya langsung turun ke lokasi di Kampung Melcem, RT 02/RW 05, Kelurahan Tanjung Sengkuang, Kecamatan Batuampar, pada Senin (27/10), sesaat setelah laporan diterima.
“Kemarin kita sudah langsung ambil sampel dan lakukan rapid tes. Alhamdulillah hasilnya negatif. Kalau mau lebih sempurna memang perlu uji laboratorium, tapi hasil ini sudah cukup aman,” ujar Mardanis saat dikonfirmasi, Selasa (28/10).
Baca Juga: Polisi Cari Siapa Pembuang Bawang di Melcem
Ia menjelaskan, pengujian cepat dilakukan sebagai langkah awal untuk memastikan keamanan bahan pangan agar masyarakat tidak khawatir. Jika dari hasil uji cepat ditemukan indikasi pestisida berbahaya, maka DKPP akan menindaklanjuti dengan pengujian laboratorium.
“Biasanya kalau hasilnya positif, kami lanjutkan dengan uji laboratorium untuk memastikan kadar dan jenis zatnya,” jelasnya.
Menurut Mardanis, pemeriksaan dilakukan terhadap kemungkinan kandungan pestisida golongan organofosfat, yaitu jenis pestisida yang biasa digunakan untuk membasmi hama pada tanaman namun bersifat toksik jika dikonsumsi manusia dalam kadar tinggi.
“Tapi hasil uji cepat kemarin menunjukkan negatif, jadi aman,” tegasnya.
Meski demikian, DKPP tetap akan menelusuri lebih lanjut bersama instansi terkait untuk memastikan asal-usul bawang tersebut.
Baca Juga: DPRD Batam Gempur PT ASL Shipyard Soal K3 dan Upah di Bawah UMK
“Untuk dari mana bawang itu berasal, itu sedang diselidiki polisi. Kami dari DKPP hanya memastikan hasil uji cepatnya aman,” ujarnya.
Sebelumnya, Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kota Batam langsung turun tangan menyusul temuan tumpukan bawang bombai dan bawang Burma yang dibuang di kawasan Kampung Malcem, RT 02/RW 05, Kelurahan Tanjung Sengkuang, Kecamatan Batuampar.
DKPP Batam memastikan pihaknya telah menurunkan tim untuk mengambil sampel guna memastikan keamanan bahan pangan tersebut. (*)
Reporter: Rengga Yuliandra



