Kamis, 15 Januari 2026

Viral “Gunung Bawang” di Sengkuang: Sudah Ditimbun, Warga Masih Berdatangan

spot_img

Berita Terkait

spot_img
Penampakan ‘gunung’ bawang di Melchem yang kini sudah dibimbing. F. Cecep Mulyana/Batam Pos.

batampos – Meski lokasi pembuangan bawang Burma dan bawang bombai di Kampung Malcem, RT 02/RW 05, Kelurahan Tanjung Sengkuang, Kecamatan Batuampar, sudah ditimbun tanah, warga tetap berdatangan hingga Senin (27/10).

Rasa penasaran masyarakat, terutama kalangan ibu-ibu, masih tinggi setelah tumpukan “gunung bawang” itu viral di media sosial.

Tumpukan bawang tersebut diduga dibuang oleh oknum perusahaan pada Sabtu (25/10) malam dalam jumlah besar, mencapai ton-an. Lokasi pembuangan berada di area menurun seperti lembah di pinggir kawasan perusahaan, yang langsung berbatasan dengan permukiman warga.

“Semalam sampai macet karena ramai orang datang. Ada yang dari Batu Aji dan Sekupang, katanya mau lihat gunung bawang yang viral itu,” ujar Mustaqim, warga Kampung Malcem.

Senin pagi, pihak perusahaan disebut telah menimbun lokasi dengan tanah menggunakan alat berat. Petugas keamanan kawasan berjaga ketat dan melarang siapa pun mendekat ke area tersebut.

“Sudah tidak ada bawang. Jangan ambil gambar atau masuk lagi,” kata salah satu petugas dengan nada tegas kepada warga dan awak media.

Namun, penimbunan justru semakin memancing rasa penasaran warga. Banyak yang ingin memastikan kebenaran kabar tentang tumpukan bawang raksasa yang sempat mengeluarkan bau menyengat di sekitar permukiman. Sebagian warga bahkan datang berulang kali untuk melihat perubahan di lokasi yang kini sudah rata dengan tanah.

Hingga Senin siang, warga bersama perangkat RT dan RW setempat mengaku belum mengetahui secara pasti siapa dan perusahaan mana yang membuang bawang tersebut.

Aparat serta pengelola kawasan industri di sekitar lokasi juga belum memberikan penjelasan resmi mengenai motif dan alasan pembuangan.

Sumber di lapangan menyebut, bawang-bawang itu berasal dari gudang di kawasan industri dekat lokasi. Diduga, pembuangan dilakukan karena masalah legalitas atau izin edar bawang impor.

Sementara itu, bau menyengat masih tercium di sekitar permukiman warga, membuat masyarakat berharap pemerintah segera turun tangan.

“Kalau memang bawang itu tidak layak, ya jangan dibuang sembarangan. Kasihan warga, baunya masih terasa,” kata seorang warga. (*)

Reporter: Eusebius Sara 

Update