
batampos – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Batam menyatakan hingga saat ini belum menerima arahan resmi dari Kementerian Kesehatan terkait pengawasan khusus terhadap potensi penyebaran virus Nipah.
Kepala Dinkes Kota Batam, Didi Kusmarjadi, mengatakan, kebijakan dan langkah teknis penanganan masih menunggu instruksi dari pemerintah pusat.
“Kalau dari Dinkes Batam sendiri, sampai sekarang belum ada arahan dari kementerian. Untuk pengawasan di pintu masuk, mungkin bisa ditanyakan ke kantor karantina,” ujarnya saat dikonfirmasi, Jumat (30/1).
Baca Juga: Kapal Angkut Limbah Kandas di Dangas, KSOP Batam Pasang Oil Boom
Meski belum ada instruksi khusus, Didi menyebut pemerintah pusat diduga telah meningkatkan kewaspadaan di sejumlah pintu masuk internasional. Salah satunya di Bandara Internasional Soekarno-Hatta, dengan pemasangan thermal scanner atau pemindai suhu tubuh.
Selain pemeriksaan suhu, petugas juga melakukan observasi visual serta skrining riwayat perjalanan penumpang, terutama yang datang dari negara-negara yang dinilai berisiko, seperti India.
Didi menegaskan, hingga kini belum ditemukan kasus virus Nipah di Indonesia. Pemerintah pusat terus memantau perkembangan situasi kesehatan global sebagai langkah antisipasi dini.
Baca Juga: Pecinta Matcha Merapat! Ini 5 Tempat Matcha Terbaik di Batam
“Sampai saat ini belum ada laporan kasus Nipah di Indonesia. Kementerian Luar Negeri juga menyampaikan bahwa perkembangan global terus dipantau dan belum ada warga negara Indonesia yang terinfeksi,” jelasnya.
Sementara itu, Kepala Kantor Karantina Kesehatan Batam belum memberikan keterangan saat dikonfirmasi terkait langkah pengawasan kesehatan di pintu masuk wilayah Batam.
Sebagai informasi, virus Nipah merupakan penyakit zoonosis yang dapat menular dari hewan ke manusia. Infeksi virus ini berpotensi menimbulkan gejala berat, mulai dari gangguan pernapasan hingga peradangan otak, dengan tingkat fatalitas yang cukup tinggi. (*)



