Kamis, 2 April 2026

VTL Bisa Dimanfaatkan Warga Luar Batam, Ini Syaratnya…

spot_img

Berita Terkait

spot_img
Ilustrasi. Kunjungan wisatawan ke Batam sebelum pandemi. Foto: Cecep Mulayana/Batam Pos

batampos – Kebijakan Vaccinated Travel Lane (VTL) Pemerintah Singapura tidak hanya dapat digunakan warga Kepri, tapi juga bisa untuk masyarakat dari berbagai wilayah di Indonesia.

Namun, jika ingin menikmati fasilitas VTL khusus Kepri ini, harus melalui Pelabuhan Nongsapura, Batam, atau melalui Pelabuhan Bandar Bentan Telani, Lagoi, Bintan.

”Masyarakat harus ingat, VTL ini diberikan kuota oleh Pemerintah Singapura. Di Pelabuhan Nongsapura hanya bisa mengangkut 50 orang seharinya dan 50 orang juga di Pelabuhan Bandar Bentar Telani,” kata Kepala Dinas Pariwisata Kepri, Buralimar.

Selain itu, ada beberapa syarat yang harus dipenuhi masyarakat untuk mendapatkan fasilitas VTL.

Sebelumnya, masyarakat terlebih hulu mengajukan permohonan Vaccinated Travel Pass (VTP) yang bisa diakses di https://safetravel.ica.gov.sg mulai 22 Februari 2022.

Selain itu juga wajib membeli Premi Asuransi yang meng-cover SGD 30.000 dengan harga premi sekitar SGD 15-20.

Lalu, calon penumpang melalui jalur VTL juga harus melampirkan hasil tes PCR atau antigen dua hari sebelum keberangkatan.

Sesampai di Singapura, juga akan menjalani tes antigen. Selama menunggu hasil tes, harus melakukan karantina mandiri sementara.

”Vaksin lengkap itu wajib,” ujar Buralimar.

Skema VTL ke Singapura dan travel bubble ke Nongsa dan Lagoi, diharapkan dapat menjadi kunci untuk membangkitkan kembali pariwisata Kepri.

Buralimar mengatakan, banyak yang berharap setelah skema ini berjalan, pariwisata Kepri yang telah terpuruk selama dua tahun ini bisa kembali pulih.

Mulai dari agen travel, pemilik resort, pengelola kawasan wisata dan pemerintah, terus berupaya memastikan skema ini berjalan baik.

Buralimar juga mengatakan, skema ini menjadi ajang pembuktian bahwa pelaksaan protokol kesehatan di Kepri, berjalan dengan baik dan ketat.

”Pemerintah Singapura pasti akan melakukan evaluasi. Bukan tidak mungkin, kuota VTL ini bisa bertambah. Harapan kami jangan ada positif selama berlibur di Nongsa atau Lagoi. Pengelola resort harus benar-benar memastikan penerapan protokol kesehatannya,” katanya.

Antusiasme pelaku pariwisata, kata Buralimar, sudah mulai tumbuh kembali. Para agen travel kembali bergerak, mencoba menawarkan beberapa paket perjalanan. Begitu juga dengan pengelola hotel atau golf.

Reporter: Fiska Juanda

UPDATE