
batampos – Suasana hangat memenuhi area panggung Mega Mall Batam Center saat para pembawa acara dari berbagai penjuru kota berkumpul mengikuti Pelantikan Solidaritas Pembawa Acara (Swara) Kota Batam.
Di pusat keramaian itu, Wali Kota Batam, Amsakar Achmad secara resmi melantik jajaran pengurus Swara untuk periode perdana sejak organisasi tersebut memperoleh SK Wali Kota dan legalitas dari Kemenkumham.
Ketua Swara Kota Batam, Rani Purba, berdiri di barisan terdepan memimpin jalannya prosesi. Sorak antusias para anggota terdengar usai pelantikan, menandai tonggak baru bagi profesi pembawa acara di Batam.
Dalam sambutannya, Amsakar menekankan bahwa pelantikan Swara hadir pada momentum penting ketika Batam terus memperkuat posisinya sebagai kota Meeting, Incentive, Conference, and Exhibition (MICE).
Ia memaparkan, sepanjang tahun 2024 Batam mencatat 3,6 juta kunjungan wisatawan, yang terdiri dari 2,3 juta wisatawan domestik dan 1,3 juta wisatawan mancanegara.
“Batam tidak pernah keluar dari tiga besar kota tujuan wisata di Indonesia, setelah Bali dan Jakarta. Ini menjadi peluang besar yang harus dimanfaatkan pelaku industri kreatif, termasuk Swara,” ujarnya.
Amsakar juga mengajak pengurus Swara untuk menyiapkan arah organisasi dengan fokus pada profesionalisme dan sinergi dengan pemerintah.
“Setelah pelantikan ini, susunlah program kerja yang baik. Jika ingin maju, harus berani mengambil peran dalam pembangunan. Bangun sinergi mulai sekarang,” tegasnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Batam, Ardiwinata, menegaskan bahwa keberadaan Swara akan memperkaya ekosistem komunikasi publik dan dunia event di Batam.
“Pelantikan Swara ini adalah yang pertama sejak disahkan melalui SK (Surat Keputusan) Wali Kota Batam dan sudah memiliki badan hukum dari Kemenkumham. Luar biasa, karena di dalam klausanya disebutkan bahwa Swara bermitra dengan pemerintah. Mereka bisa menjadi corong promosi atau informasi pemerintah,” kata Ardiwinata.
Menurutnya, Swara dapat mengambil bagian penting dalam berbagai kegiatan kota, terutama ketika pimpinan daerah tidak dapat hadir secara langsung.
“Tidak semua event bisa dihadiri Bapak Wali Kota atau Ibu Wakil Wali Kota secara langsung. Nah, Swara ini bisa menjadi perpanjangan tangan pemerintah di setiap acara, karena panggung (acara) pasti mereka yang handle,” ungkapnya.
Ardiwinata juga mengingatkan bahwa penguatan internal penting dilakukan pada tahun pertama organisasi.
“Karena masih baru, tentu harus merapatkan kerja dulu. Buat program-program yang membumi, dimulai dari penguatan personal. Sesuai tagline mereka: Solid. Silakan konsolidasi di dalam dulu, lalu rencanakan program yang nyata dan bisa dilaksanakan,” ujarnya.
Pelantikan tersebut turut dihadiri Ketua Lembaga Adat Melayu (LAM) Kepri Kota Batam, Datuk Yang Mulia Raja Haji Muhammad Amin, yang menjadi pelindung organisasi. Wali Kota Batam juga tercatat sebagai Penasihat Swara.
Ardiwinata menilai dukungan para tokoh tersebut menunjukkan pentingnya peran profesi pembawa acara dalam membangun citra kota.
“Profesi MC itu mulia. Saya selalu mengibaratkan seperti sopir—kalau dia bisa membawa mobil dengan baik, penumpangnya sampai dengan selamat dan bahagia. Begitu juga MC, membawa suasana hingga acara berjalan sukses,” jelasnya.
Ia menambahkan bahwa Swara bukan hanya wadah bagi MC, tetapi juga moderator, komentator, penyiar, dan profesi komunikasi publik lainnya.
“Ke depan, saya yakin Swara dapat memandu berbagai acara skala kota di Batam,” tutupnya.
Dengan pelantikan perdana di Mega Mall Batam Center, Swara menapaki babak baru sebagai organisasi yang siap memperkuat kualitas acara dan komunikasi publik di Kota Batam. (*)
Reporter: Ratna Irtatik



