
batampos – Kepedulian masyarakat Kota Batam terhadap korban banjir di Sumatra diwujudkan melalui langkah nyata. Pemerintah Kota Batam mulai menyalurkan bantuan kemanusiaan senilai belasan miliar rupiah ke tiga provinsi terdampak, yakni Sumatra Utara, Aceh, dan Sumatra Barat, Kamis (8/1). Bantuan tersebut diantar langsung oleh Wali Kota Batam bersama Wakil Wali Kota Batam beserta jajaran pemerintah daerah sebagai bentuk solidaritas dan empati kepada warga yang tengah menghadapi dampak bencana.
Kepala Dinas Sosial dan Pemberdayaan Masyarakat (Dinsos PM) Kota Batam, Zulkifli Aman mengatakan penyaluran bantuan dimulai hari ini dengan tujuan pertama ke Provinsi Sumatra Utara. Rombongan Pemko Batam telah berangkat dan dijadwalkan menyerahkan bantuan secara langsung kepada Pemerintah Provinsi Sumatra Utara di Medan.
“Hari ini ke Sumut, Medan. Besok rencananya ke Aceh, dan lusa ke Sumatra Barat, Padang. Pak Wali langsung mengantar bantuan ini,” ujar Zulkifli Aman, Rabu, (8/1).
Zulkifli menjelaskan, bantuan yang disalurkan merupakan hasil penggalangan dana dari masyarakat Kota Batam yang mencapai Rp6.574.230.409. Dana tersebut kemudian dibagi ke tiga provinsi terdampak, ditambah dengan dukungan anggaran dari APBD Kota Batam masing-masing sebesar Rp2,5 miliar.
Untuk Provinsi Sumatra Utara, bantuan dari masyarakat disalurkan sebesar Rp2,2 miliar dan ditambah APBD Rp2,5 miliar, sehingga total bantuan yang diterima mencapai Rp4,7 miliar. Sementara untuk Provinsi Sumatra Barat, dana dari masyarakat yang disalurkan sebesar Rp2 miliar 60 juta. Dengan tambahan APBD Rp2,5 miliar, total bantuan yang diterima Sumatra Barat mencapai Rp4,56 miliar.
Adapun untuk Provinsi Aceh, bantuan dari masyarakat disalurkan sebesar Rp2 miliar 314 juta. Setelah ditambah APBD Rp2,5 miliar, total bantuan yang diterima Aceh mencapai Rp4.814.230.409.
“Hari ini bantuan diserahkan ke Sumut dan rencananya akan bertemu langsung dengan Pak Gubernur. Besok ke Aceh, rencana ketemu Gubernur Aceh Pak Mualem, dan lusa ke Sumbar untuk bertemu Gubernur Sumbar,” jelasnya.
Selain bantuan uang tunai, Pemko Batam juga menyalurkan bantuan dalam bentuk barang. Bantuan tersebut berasal dari masyarakat serta dukungan berbagai instansi, dengan total keseluruhan bantuan uang tunai dan barang mencapai sekitar Rp15 miliar.
Zulkifli menyebutkan, salah satu kontribusi berasal dari PLN, yang awalnya direncanakan memberikan bantuan sebesar Rp2,5 miliar, terdiri dari Rp1,5 miliar uang tunai dan Rp1 miliar dalam bentuk barang. Bantuan barang tersebut nantinya akan dibelanjakan untuk kebutuhan korban, seperti kompor dan perlengkapan rumah tangga lainnya, khususnya untuk Aceh, dan akan diantar langsung dalam bentuk barang.
“Total keseluruhan bantuan uang tunai dan barang itu sekitar Rp15 miliar. Rp14 miliar uang tunai dan yang Rp1 miliar dari PLN dibelanjakan dalam bentuk barang, jadi uang tunainya berkurang, tapi barangnya langsung disalurkan,” terangnya.
Zulkifli Aman juga menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada seluruh masyarakat Kota Batam atas kepedulian dan solidaritasnya terhadap korban bencana banjir di Sumatra.
“Kami pemerintah tidak henti-hentinya mengucapkan terima kasih kepada seluruh masyarakat Kota Batam. Bantuan ini sangat dibutuhkan oleh saudara-saudara kita yang terdampak bencana. Partisipasi masyarakat Batam ini luar biasa, Rp6,5 miliar dari masyarakat itu besar sekali,” ungkapnya.
Ia menambahkan, selain bantuan yang terkoordinasi melalui Pemko Batam, masih banyak paguyuban dan komunitas masyarakat yang menyalurkan bantuan secara mandiri langsung ke daerah terdampak. Jika digabungkan, nilai bantuan dari Kota Batam diperkirakan bisa mencapai hampir Rp20 miliar.
Terkait kemungkinan penggalangan dana lanjutan, Zulkifli menyebut hal tersebut masih akan dibahas lebih lanjut oleh tim.“Nanti kita rapatkan lagi di tim. Karena tim ini kan tugasnya sampai Desember. Kalau memang ada rencana lanjutan, nanti kita lihat keputusannya seperti apa,” tutupnya.(*)



