batampos – Wali Kota Batam, Muhammad Rudi dan Wakil Wali Kota Batam, Amsakar Achmad, disambut antusias pengurus RT/RW di Kecamatan Batuampar pada acara silaturahmi yang digelar di Pasifik Hotel, belum lama ini.

Antusias yang sama juga terasa saat acara serupa di kecamatan-kecamatan lainnya, sejak sebulan terakhir. Rudi menyampaikan, silaturahmi ini terselenggara bukan tanpa sebab. Menurutnya, RT/RWmerupakan ujung tombak pemerintahan yang paling dekat dengan masyarakat. Untuk itu, keberadaan RT/RW merupakan salah satu yang penting bagi pembangunan.
”Karena peran RT/RW, masyarakat tenteram, mereka yang lebih tahu kondisi di tengah masyarakat. Kegiatan ini sekaligus untuk menampung aspirasi dari mereka,” ucap Rudi.
Pada acara tersebut, RT/RW diberi kesempatan untuk berdialog dengan Rudi dan Amsakar. Dari berbagai masukan, tak sedikit yang berujung solusi. Hal ini tentu saja memantik apresiasi dari warga.
Rudi memaparkan, pihaknya terus melakukan terobosan bagi Batam yang lebih maju. Seperti yang sudah diketahui luas oleh masyarakat, yakni empat proyek strategis yang kelak akan membawa Batam semakin hebat. Yakni, pengembangan Bandara Internasional Hang Hadim, pengembangan Pelabuhan Batuampar, pembangunan KEK Kesehatan di Sekupang hingga melanjutkan pengembangan berbagai ruas jalan.
”Saya kembangkan ini agar ekonomi Batam semakin maju. Kalau sudah maju, warga akan memiliki kesempatan untuk lebih baik. Pesan saya, jangan jadi penonton, kita sambut pembangunan ini, rugi kalau kita hanya jadi penonton,” papar Rudi.
Sementara itu, Wakil Wali Kota Batam, Amsakar Achmad, bersyukur pembangunan Batam menjadi rujukan berbagai daerah. Terbaru, yakni kunjungan Staf Ahli Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra) dan 17 staf ahli kota dan kabupaten se-Sultra.
”Di antara mereka ada yang pernah datang sebelumnya, ketika sekarang datang lagi, mereka kagum dengan pembangunan yang dilakukan di Batam,” kata Amsakar.
Tidak hanya itu, rombongan tersebut kagum perihal program inovatif Pembangunan Sarana dan Prasaranana Kelurahan (PSPK). Yang semula Rp 1 miliar per kelurahan di masa awal Rudi-Amsakar memimpin, anggaran program ini naik saban tahun. Kini, rata-rata tiap kelurahan mendapatkan Rp 2,5 miliar dan tahun 2023 diproyeksikan bakal jadi Rp 3 miliar.
Lanjut Amsakar, kerja membangun Batam dan Kepri umumnya, masih terus dilakukan. Sebagai daerah yang dianugerahi letak yang strategis, Batam seyogianya memang harus terus dibangun ke arah yang lebih hebat lagi.
”Empat kebijakan strategis yang disampaikan pak Wali tadi, tentu harus kita sukseskan. Ini butuh kebersamaan kita semua,” ujar Amsakar disambut riuh tepuk tangan yang hadir.
Berbagai gebrakan pembangunan di Batam juga dinilai membuahkan hasil. Yang terbaru dan membanggakan adalah pertumbuhan ekonomi Batam yang mencapai 4,75 persen. Dari kenyataan ini, ia percaya Batam bisa semakin maju lagi. Tidak hanya itu, Indeks Pembangunan Manusia (IPM) di Batam selalu konsisten pada level yang membanggakan juga.
”Keberhasilan Batam menjadi perbincangan di mana-mana, Wali Kota kita juga menjadi Wali Kota terbaik Asia. Mari bersama sukseskan pembangunan,” ajaknya. (*)
Reporter : Yusuf Hidayat
Editor : RYAN AGUNG



