Jumat, 13 Maret 2026

Wali Kota Batam Minta Warga Olah Daging Sapi dengan Benar

spot_img

Berita Terkait

spot_img
Hewan kurban di Batam. F.Cecep Mulyana

batampos – Wabah penyakit mulut kuku (PMK) menjangkit 15 ekor sapi yang ada di Kota Batam. Hasil laboratorium Balai Veteriner Bukit Tinggi menunjukkan dari 19 sample sapi yang dikirim beberapa waktu lalu.

Wali Kota Batam, Muhammad Rudi mengatakan wabah PMK ini terjadi tidak saja di Batam. Beberapa daerah lain juga menghadapi wabah yang sama. Bahkan beberapa waktu lalu Indonesia dinyatakan darurat PMK.

Ia mengimbau kepada masyarakat untuk bisa mengolah daging sapi ini dengan baik dan benar. Meskipun sudah ada penjelasan bahwa virus ini tidak menular kepada manusia, dan hanya terjadi penyebaran antar hewan saja.

“Saya minta untuk masak daging dengan benar-benar matang. Karena virus itu bisa mati jika berada di suhu yang cukup panas,” pintanya, Rabu (6/7).

Baca Juga: Sapi di Batam Sudah Ada Terpapar PMK

Rudi menegaskan daging sapi tetap bisa dan aman dikonsumsi, hal ini sesuai dengan penjelasan dokter hewan, serta didukung dengan fatwa MUI. Menjelang hari raya kurban, ia juga mengingatkan kepada petugas pemotong hewan untuk memisahkan, dan tidak mengambil bagian tertentu dari hewan kurban.

“Jadi memang beberapa bagian diminta untuk tidak dikonsumsi. Sepeti bagian lidah, dan kepala, serta batuan tempat pencernaan hewan. Nanti kalau dapat daging tolong dimasak dengan baik dan benar,” ungkapnya.

Mengenai 15 ekor hewan sapi yang terkonfirmasi positif PMK, Rudi menambahkan sudah ditangani oleh Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Batam. Menurutnya tim satgas yang sudah dibentuk beberapa hari lalu akan bekerja semaksimal mungkin untuk mengawasi dan memantau kondisi hewan kurban yang ada saat ini.

“Detailnya tanya ke bapak Mardanis. Karena dia yang memantau terus perkembangan hewan ini. Menurut saya tim kesehatan hewan pasti sudah paham akan tugas mereka dalam menghadapi wabah ini,” tutupnya.

Sebelumnya, 15 ekor sapi dinyatakan positif PMK. Sapi yang didatangkan dari Lampung Tengah ini masuk dalam pengiriman kloter kedua ke Kota Batam.

Kepala Dinas Ketahan Pangan dan Pertanian (DKPP) Batam, Mardanis saat ini berada di zona merah, dan sudah ditetapkan sebagai daerah wabah PMK.

“Besok (hari ini, red) tim akan turun ke lapangan untuk mengecek kondisi sapi. Sejauh ini sapi dalam keadaan sehat, dan dalam pemantauan tim kesehatan hewan,” sebutnya.

Sapi tersebut tersebar di tujuh kandang yang berbeda lokasinya. Tim kesehatan hewan akan mengecek dan memastikan sapi yang layak untuk tetap bisa disembelih saat hari raya kurban nantinya.

Mardanis menuturkan sejauh ini belum ada sapi yang dipotong paksa lantaran kondisinya baik-baik saja. Sehingga apabila gejalanya masih ringan, sapi tersebut bisa dikurbankan di momen Idul Adha.

“Kami rapatkan dulu, nanti sapi yang layak akan dikeluarkan sertifikat layak untuk dikurbankan,” sebutnya. (*)

 

Reporter : YULITAVIA

SALAM RAMADAN