
batampos– Wali Kota Batam, Amsakar Achmad, melontarkan pernyataan keras sekaligus ajakan terbuka kepada seluruh elemen masyarakat, tokoh publik, dan pengamat. Ia menegaskan bahwa Batam hanya bisa maju jika seluruh pihak berhenti saling mengklaim kehebatan dan mulai bergerak bersama membangun energi kolaboratif.
“Batam tak membutuhkan orang yang merasa hebat sendiri. Tidak usah menunjuk-nunjuk seolah paling cerdas, paling hebat. Kunci tata kelola pemerintahan saat ini adalah kolaborasi dan sinergi,” tegas Amsakar disela pembukaan dan pelrtakan baru pertama Rumah Qur’an di Tiban Indah, Sekupang, Sabtu (22/11).
Pernyataan tersebut disampaikan sebagai respons atas maraknya opini dan kritik yang dinilai tidak memperhatikan kompleksitas persoalan kota, terutama soal sampah. Ia menyebut sejumlah pihak kerap menilai pencapaian pemerintah hanya dari satu isu, tanpa melihat proses besar yang berlangsung.
BACA JUGA: BI Kepri dan Transformasi Digital di Ujung Negeri
“Sekarang baru 9 bulan kami memimpin. Kompleksitasnya besar. Seolah prestasi yang diraih tidak ada gunanya karena membandingkan dengan cara menyelesaikan sampah di Batam. Padahal pagi, petang, siang, malam kami turun ke TPA, memetakan akar masalah dan menyiapkan langkah konkret,” ucapnya.
Menurutnya, alih-alih saling menjatuhkan atau menonjolkan sektor tertentu, seluruh komponen perlu saling memperkuat.“Ayo berhenti berkhotbah tentang hebatnya masing-masing. Ayo berhenti menonjolkan sektoral. Itu tidak diperlukan di Batam,” lugasnya.
Di tengah dinamika tersebut, kinerja ekonomi Batam menunjukkan grafik positif. Selama 9 bulan kepemimpinannya, pertumbuhan ekonomi tercatat 6,66 persen, sementara investasi yang berhasil masuk mencapai Rp54,74 triliun dari target Rp63 triliun hingga triwulan III.
“Kami optimis hingga penutupan tahun Insyaallah proyeksi Rp60 triliun dapat tercapai. Alhamdulillah semuanya bergerak melalui proses investasi yang sedang dibangun,” ujar Amsakar.
Amsakar menegaskan, yang dibutuhkan Batam ke depan adalah sinergitas total antara pemerintah, pelaku usaha, organisasi masyarakat, akademisi, dan masyarakat umum.
“Yang kita perlukan adalah sinergitas semua pihak. Ayo kita bergerak bersama-sama membangun Batam. Energi positif itu harus kita tumbuhkan agar percepatan pembangunan Batam semakin kencang,” tutupnya. (*)
Reporter: Rengga



