Selasa, 10 Maret 2026

Wamendag RI Dorong Pelaku UMKM di Batam Tembus Pasar Internasional

spot_img

Berita Terkait

spot_img
Wamendag RI Dyah Roro Esty Widya Putri bersama dengan pelaku UMKM di Batam. f. Yashinta/ Batam Pos

batampos – Wakil Menteri Perdagangan Dyah Roro Esty Widya Putri mendorong pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di Batam untuk meningkatkan kapasitas usaha hingga mampu menembus pasar internasional. Hal tersebut disampaikan saat dialog bersama para eksportir dan pelaku usaha di Mall Pelayanan Publik (MPP) Batam, Senin (9/3/2026).

Dalam pertemuan tersebut, Roro menjelaskan bahwa Kementerian Perdagangan memiliki tiga target utama dalam mendorong pertumbuhan sektor perdagangan nasional. Pertama, mengamankan pasar dalam negeri agar produk lokal, khususnya dari UMKM, memiliki ruang yang luas di pasar domestik.

Menurutnya, pemerintah terus berupaya membantu UMKM agar dapat memasarkan produknya di dalam negeri, salah satunya dengan menghubungkan pelaku usaha dengan jaringan ritel modern.

“UMKM yang memang fokus menjual produknya di pasar dalam negeri kita bantu untuk terhubung dengan ritel modern. Dengan begitu produk mereka bisa dipajang dan dipasarkan di gerai-gerai yang ada di berbagai daerah,” ujarnya.

Target kedua adalah memperluas pasar ekspor melalui berbagai perjanjian perdagangan internasional. Ia menyebutkan perjanjian perdagangan bebas atau Free Trade Agreement (FTA) memiliki peran penting dalam membuka akses pasar bagi produk Indonesia ke luar negeri.

Namun, menurutnya masih terdapat kesenjangan informasi terkait pemanfaatan perjanjian dagang tersebut, khususnya di tingkat daerah. Oleh karena itu, pemerintah terus mendorong sosialisasi kepada para pelaku usaha.

“Kami melihat masih ada gap antara perjanjian dagang yang sudah disepakati di tingkat pusat dengan pemanfaatannya oleh pelaku usaha di daerah. Karena itu sosialisasi perlu terus dilakukan agar pelaku usaha mengetahui peluang pasar ekspor,” jelasnya.

Kementerian Perdagangan juga bekerja sama dengan Kamar Dagang dan Industri (Kadin) untuk meningkatkan pemanfaatan berbagai perjanjian perdagangan internasional tersebut. Melalui kolaborasi ini, diharapkan pelaku usaha dapat memahami peluang ekspor dan memanfaatkannya secara maksimal.

Target ketiga, lanjutnya, adalah mendorong UMKM agar mampu bersaing di pasar global. Untuk itu, pemerintah melakukan pendampingan bagi UMKM yang dinilai telah siap melakukan ekspor.

“UMKM yang kami dorong untuk ekspor adalah yang sudah siap dari sisi produksi, kapasitas, dan keberlanjutan usaha. Sehingga ketika ada permintaan dari pasar luar negeri, mereka mampu memenuhi kebutuhan tersebut,” katanya.

Ia menambahkan, Kementerian Perdagangan saat ini memiliki jaringan promosi perdagangan di 33 negara melalui Atase Perdagangan dan Indonesia Trade Promotion Center (ITPC). Jaringan ini dimanfaatkan untuk membantu mempromosikan produk-produk Indonesia di pasar internasional.

Menurut Roro, selama lima tahun terakhir Indonesia juga mencatat surplus neraca perdagangan. Nilai surplus perdagangan bahkan mencapai sekitar 41,05 miliar dolar Amerika Serikat.

Selama ini, ekspor Indonesia memang masih didominasi komoditas besar seperti minyak sawit mentah (CPO), produk energi, serta besi dan baja. Namun, tren ekspor produk UMKM juga terus mengalami peningkatan.

Beberapa komoditas yang menunjukkan tren positif di pasar global antara lain kopi, kakao, serta produk halal seperti makanan, minuman, hingga kosmetik.

“Produk kopi Indonesia saat ini sedang naik daun di pasar internasional. Begitu juga kakao dan berbagai produk halal yang permintaannya terus meningkat,” jelasnya.

Ia mencontohkan produk kosmetik lokal yang sudah berhasil menembus pasar internasional, seperti produk kecantikan asal Indonesia yang kini mulai tersedia di sejumlah negara.

Menurutnya, hal tersebut menunjukkan bahwa produk Indonesia memiliki daya saing di pasar global jika didukung dengan kualitas dan promosi yang baik.

Dalam kesempatan itu, Roro juga menyoroti posisi strategis Batam yang berada dekat dengan Singapura dan Malaysia. Kondisi geografis tersebut dinilai menjadi peluang besar bagi pelaku UMKM untuk memperluas pasar ekspor.

“Batam memiliki lokasi yang sangat strategis, dekat dengan Singapura dan Malaysia. Ini menjadi peluang besar bagi pelaku usaha di daerah ini untuk mengembangkan pasar ekspor,” katanya.

Keberadaan Export Center di Batam diharapkan dapat dimanfaatkan oleh para pelaku usaha untuk mendapatkan informasi terkait peluang pasar, perjanjian dagang, hingga pendampingan ekspor.

Melalui fasilitas tersebut, pelaku usaha dapat berkonsultasi dan mendapatkan informasi mengenai potensi pasar ekspor bagi produk mereka.

“Harapannya fasilitas ini bisa dimanfaatkan dengan maksimal oleh pelaku usaha. Pemerintah hadir untuk membantu UMKM agar tidak hanya naik kelas, tetapi juga mampu menembus pasar internasional,” tutupnya.(*)

 

ReporterYashinta

SALAM RAMADAN