
batampos – Seorang ibu rumah tangga (IRT) berinisial PC, 30, menjadi korban pengeroyokan oleh tiga wanita yang tak lain tetangganya. Ironisnya, warga perumahan di kawasan Tembesi ini dianiaya saat hamil muda atau berusia 3 bulan.
Akibat pengeroyokan ini, korban mengalami luka lecet pada kaki, tangan, dan nyaris kehilangan bayi yang dikandungnya akibat tendangan pelaku ke bagian perut.
“Perut saya tiga kali ditendang. Tadi sudah diperiksa ke dokter kandungan, diminta banyak istrahat karena takut pendarahan,” ujarnya, Kamis (8/1).
Baca Juga: Rokok Ilegal hingga Narkotika Masih Bayangi Batam
PC mengatakan penganiayaan ini berawal saat ia menegur anak-anak yang bermain di depan rumah. Pelaku kemudian naik pitam hingga menyerangnya dengan perkataan kasar.
“Lalu pelaku datang ke rumah dan ribut. Pelaku lain juga datang dan langsung menganiaya saya,” katanya.
Selain menendang perut korban, pelaku turut menjambak, mencakar, dan memukulnya di bagian kepala serta wajah. Bahkan, para pelaku juga menantang korban untuk melaporkan perbuatannya ke pihak Kepolisian.
“Pelaku ini memang dikenal arogan dan tempramen. Makanya saya laporkan (ke Polisi),” ungkapnya.
Ia barharap polisi bisa mengusut dan menindak para pelaku. Sehingga, ketiga pelaku tidak melakukan perbuatan semena-mena terhadap para tetangga.
Baca Juga: Imbas Kontainer Tertahan di Batuampar, 300 Pekerja PT BBRI Resmi Terkena PHK
“Biar ada efek jera dan pelajaran bagi pelaku. Jangan sesukanya saja,” tutupnya.
Sementara Kanit Reskrim Polsek Sagulung, Iptu Anwar Aris membenarkan adanya laporan pengeroyokan ini. Ia mengatakan masih melakukan penyelidikan terhadap kasus ini.
“Benar. Kita sedang meminta keterangan korban dan para saksi,” ujarnya singkat. (*)



