Kamis, 9 April 2026

Wanita yang Meninggal Melahirkan di Kos Batuaji Tak Pernah Mengaku Hamil

spot_img

Berita Terkait

spot_img
Polisi melakukan pemeriksaan pada jasad korban saat di RS Graha Hermine.

batampos – Fakta baru terungkap dalam kasus tewasnya wanita muda di Perumahan Pendawa Asri, Batuaji. Korban berinisial JPZ (21) diduga kuat sengaja merahasiakan kehamilannya hingga akhirnya berujung pada tragedi yang merenggut nyawanya, Selasa (7/4) dini hari.

Kapolsek Batuaji, AKP Bayu Rizki Subagyo, menyebutkan bahwa dari hasil penyelidikan sementara, korban tidak pernah mengakui kondisi kehamilannya kepada siapapun, termasuk kepada pacarnya sendiri yang berinisial FJ. “Korban ini cenderung menutup diri dan tidak pernah mengakui bahwa dirinya hamil,” ujarnya.

Padahal, hubungan keduanya telah berlangsung sejak Agustus tahun lalu. Seiring berjalannya waktu, perubahan fisik korban mulai terlihat, terutama pada Februari ketika perutnya tampak membesar. Hal itu sempat memicu kecurigaan dari FJ yang kemudian menyarankan agar korban melakukan tes kehamilan.

Namun, saran tersebut tidak pernah diindahkan. Korban justru mengelak dan memberikan berbagai alasan untuk menutupi kondisinya. Bahkan kepada tetangga kos yang sempat menanyakan perubahan tubuhnya, korban berdalih perutnya membesar karena terlalu banyak mengonsumsi minuman dingin.
Sikap tertutup ini membuat kondisi kehamilan korban tidak terdeteksi secara jelas hingga menjelang peristiwa tragis tersebut. Polisi menduga korban berusaha menyembunyikan proses persalinan yang dilakukan sendiri di dalam toilet kamar kos tanpa bantuan siapapun.
“Diduga saat melahirkan, korban memang berupaya menyembunyikan kelahiran itu. Ini yang masih kami dalami,” kata Bayu. Dugaan ini diperkuat dengan ditemukannya jasad bayi laki-laki di dalam lemari kamar korban, yang dibungkus dengan handuk.

Penemuan bayi tersebut menjadi titik penting dalam pengungkapan kasus ini. Namun hingga kini, polisi belum dapat memastikan apakah bayi tersebut lahir dalam kondisi hidup atau sudah meninggal dunia saat dilahirkan. Hasil pemeriksaan medis masih ditunggu untuk memastikan hal tersebut.

Kronologi kejadian menunjukkan korban sempat mencoba menghubungi FJ sekitar pukul 21.30 WIB. Namun, karena FJ sedang bekerja lembur di kawasan Tanjunguncang, panggilan tersebut tidak tersambung. Saat FJ tiba di kos sekitar pukul 22.29 WIB, korban sudah dalam kondisi tidak sadarkan diri.

Korban kemudian dilarikan ke RS Graha Hermine, namun nyawanya tidak tertolong. Dari hasil pemeriksaan awal, ditemukan adanya luka di bagian vital serta pendarahan hebat yang mengindikasikan korban baru saja melahirkan tanpa penanganan medis.

Sejauh ini, polisi telah memeriksa tiga orang saksi, yakni FJ, tetangga kos, serta kakak korban. Penyebab pasti kematian korban masih menunggu hasil autopsi, sementara motif korban merahasiakan kehamilannya juga terus didalami.

Kasus ini menjadi perhatian warga sekitar. Ketua RT setempat, Doni, mengungkapkan korban baru sekitar empat bulan tinggal di kos tersebut. Ia juga menyebut korban sempat beberapa kali diperingatkan terkait keberadaan pacarnya di kamar kos. Kini, peristiwa ini menjadi pengingat akan pentingnya keterbukaan dan penanganan medis dalam kondisi kehamilan demi mencegah tragedi serupa terulang.(*)

UPDATE