Sabtu, 24 Januari 2026

Warga Batam Diminta Waspada Penyakit Demam Berdarah

spot_img

Berita Terkait

spot_img
Ilustrasi. Ketua RW 08 Perumahan Barelang-Central Raya, ikut turun bersama warga mengasapi parit dan area di sekitar rumah warga untuk mengusir nyamuk aedes aegypti penyebab DBD. Foto: Dalil Harahap/batampos.co.id

batampos – Memasuki musim hujan, masyarakat Batam hendaknya selalu mewaspadai penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD). Bahkan tahun ini sudah ada dua orang yang meninggal dunia karena DBD.

Sepanjang tahun 2022, jumlah kasus DBD di Kota Batam sudah mencapai 398 kasus dengan jumlah kasus kematiannya mencapai dua orang.

Berdasarkan data Dinas Kesehatan Kota Batam, kasus DBD tertinggi di tahun ini terjadi di Januari yakni 85 kasus, sementara itu Februari sebanyak 58 kasus dan naik menjadi 75 kasus di Maret 2022. Selanjutnya, April 62 kasus, naik menjadi 65 kasus di Mei dan 46 kasus sampai dengan 21 Juni 2022 ini.

Sedangkan pasien meninggal ini terjadi di bulan Januari 2022 dan satu lainnya di bulan Maret 2022.

Kepala Dinas Kesehatan Kota Batam, Didi Kusmarjadi, mengatakan, musim penghujan di awal tahun ini disebut menjadi salah satu faktor meningkatnya kasus DBD tersebut.

Kasus DBD lanjutnya, tersebar hampir di seluruh kecamatan di Batam. Bila sepanjang tahun sebelumnya ada 765 kasus DBD. Dari jumlah tersebut empat pasien diantaranya meninggal dunia.

“Kecenderungan kasus DBD naik karena situasi musimnya lagi musim hujan. Terlebih lagi banyak tumpukan sampah yang memicu genangan air dan selokan  mampet. Hal ini bisa menjadi sumber dari naiknya kasus DBD,” ujarnya.

Disinilah kata Didi, diperlukan gerakan semua elemen masyarakat untuk membersihkan lingkungan.

Paling murah itu sebetulnya adalah 3M berupa Menguras, Menutup dan Mengubur tempat-tempat yang disinyalir menjadi sarang nyamuk.

“Musim hujan biasanya populasi nyamuk aedes aegypti akan meningkat. Peningkatan ini tentunya juga meningkatkan penularan penyakit DBD. Makanya perlu kepedulian semua akan kondisi dan kebersihan lingkungan kita. Peran aktif masyarakat sangat diperlukan di dalam mencegah penyebaran DBD ini,” imbaunya.

Selain itu Berbagai upaya terus dilakukan Dinas Kesehatan Batam untuk penanganan kasus DBD ini.

Salah satunya dengan memberikan penyuluhan ke masyarakat. Sampai dengan menggalakan peran juru pemantau jentik (jumantik) dengan programnya ‘Gerakan 1 rumah 1 jumantik’.

“Gerakan 1 rumah 1 jumantik,” pungkas Didi.(*)

Reporter: Rengga Yuliandra

Update