Kamis, 15 Januari 2026

Warga Batam Harap Harga Kebutuhan Pokok Segera Normal

spot_img

Berita Terkait

spot_img
Ilustrasi. Warga saat memilih daging ayam di Pasar Botania 2 Batamkota. Foto. Cecep Mulyana/ Batam Pos

batampos – Warga Batam berharap Pemerintah Kota (Pemko) Batam segera mengambil tindakan nyata untuk menormalkan harga kebutuhan pokok yang sempat melonjak sebelum Hari Raya Idulfitri lalu. Hingga Selasa (8/7), harga sejumlah bahan pokok masih terpantau tinggi di pasaran.

Sumarni, warga Kelurahan Buliang, Kecamatan Batuaji, mengungkapkan kekecewaannya karena harga barang belum juga kembali normal meskipun lebaran telah usai. “Sudah lewat lebaran, jadi mohon ini diperhatikan agar harga barang di pasar bisa kembali normal,” ujarnya saat ditemui usai berbelanja di pasar Aviari.

Menurut Sumarni, harga sayuran seperti sawi masih bertahan tinggi di kisaran Rp28 ribu per kilogram, jauh di atas harga normal sebelum lebaran yang berada di bawah Rp20 ribu. Kenaikan harga ini disebutnya telah terjadi sejak sebelum Idul Fitri dan belum menunjukkan tanda-tanda penurunan.

Tidak hanya sayuran, harga daging ayam pun masih tinggi. Biasanya, harga daging ayam berada di kisaran Rp32 ribu hingga Rp35 ribu per kilogram, namun kini masih bertahan di angka Rp42 ribu per kilogram. “Kami berharap harga daging ayam bisa kembali ke harga normal seperti biasanya,” kata Sumarni.

Kenaikan harga juga terjadi pada bumbu dapur seperti santan kelapa, yang saat ini dijual seharga Rp50 ribu per liter. Kondisi ini membuat para ibu rumah tangga merasa terbebani dalam memenuhi kebutuhan sehari-hari.

Hal serupa juga disampaikan oleh Anggi, ibu rumah tangga di kawasan Sagulung. Ia berharap Pemko Batam, khususnya Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kota Batam, segera mengambil langkah konkret untuk menstabilkan harga kebutuhan pokok di pasaran. “Kami butuh tindakan nyata, bukan hanya pemantauan,” tegasnya.

Warga berharap upaya konkret segera dilakukan agar harga kebutuhan pokok kembali terjangkau dan tidak terus memberatkan masyarakat pasca-lebaran. (*)

Reporter: Eusebius Sara

Update