Minggu, 8 Maret 2026

Warga Batam Keluhkan Sulitnya Dapat Uang Pecahan Baru, Kuota Aplikasi Cepat Habis

spot_img

Berita Terkait

spot_img
Warga Batam menukar uang baru untuk lebaran. (F. Cecep Mulyana / Batam Pos)

batampos – Sejumlah masyarakat Kota Batam mengeluhkan sulitnya mendapatkan uang pecahan baru menjelang Lebaran Idulfitri. Meski sudah mencoba mendaftar melalui aplikasi PINTAR milik Bank Indonesia (BI), banyak warga mengaku tetap tidak mendapatkan kuota penukaran.

Zizah, salah satu warga Batam, kecewa karena usahanya untuk menukar uang pecahan baru tidak berhasil. Padahal, ia sudah mempersiapkan uang yang akan ditukar untuk dibagikan kepada keluarga dan anak-anak saat Lebaran.

“Sudah daftar di aplikasi, tapi tetap ditolak terus. Katanya kuota sudah penuh,” ujar Zisah.

Ia bahkan sempat datang langsung ke lokasi penukaran uang baru. Namun, petugas menolaknya karena namanya tidak terdaftar dalam sistem pemesanan.

“Saya sudah datang ke tempat antrean, tapi tetap ditolak karena tidak daftar lewat aplikasi,” katanya.

Baca Juga: THR Harus Dibayarkan Paling Lambat H-7, Tidak Boleh Dicicil

Keluhan serupa juga disampaikan Novi. Ia mengaku sudah mendatangi beberapa bank di Batam untuk menukar uang pecahan kecil. Namun, pihak bank menyebutkan persediaan uang baru sudah habis.

“Habis semua, katanya stoknya sudah tidak ada lagi,” ujarnya singkat.

Di tengah sulitnya mendapatkan uang pecahan baru secara resmi, Novi justru melihat banyak calo yang menawarkan jasa penukaran uang. Biaya yang dipatok pun tidak sedikit.

Menurutnya, para calo tersebut meminta biaya tambahan sekitar Rp10 ribu hingga Rp20 ribu untuk setiap Rp100 ribu uang yang ditukar.

“Gila saja kalau segitu. Saya bingung kenapa mereka bisa dapat uang pecahan baru sebanyak itu,” katanya.

Ia pun mempertanyakan bagaimana para calo bisa memperoleh uang pecahan baru dalam jumlah besar, sementara masyarakat biasa justru kesulitan mendapatkannya.

Karena sulitnya mendapatkan uang baru, Novi mengaku akhirnya tidak lagi terlalu berharap bisa menukarnya. Ia bahkan mengajak masyarakat untuk tidak lagi menormalisasi tradisi membagikan uang baru saat Lebaran.

“Jangan sampai ini jadi kewajiban setiap Lebaran. Nyari uang barunya saja setengah mati,” ujarnya.

Baca Juga: Batam-Belawan Diperkirakan Rute Paling Sibuk, Pelni Siapkan 55 Kapal untuk Angkutan Lebaran

Sebelumnya, Bank Indonesia (BI) Perwakilan Provinsi Kepulauan Riau memastikan ketersediaan uang layak edar menjelang Ramadan dan Idulfitri tahun ini.

Kepala Perwakilan BI Kepri, Rony Widijarto, mengatakan masyarakat dapat memanfaatkan aplikasi PINTAR untuk memesan layanan penukaran uang agar lebih pasti dari sisi waktu dan lokasi.

“Semua area Batam dapat layanan penukaran uang, termasuk wilayah Kepri lainnya. Kami bekerja sama dengan perbankan untuk menjangkau seluruh wilayah,” kata Rony, Selasa (3/3).

BI bersama sekitar 15 bank membuka sejumlah titik layanan penukaran uang. Salah satunya akan digelar pada 9 hingga 10 Maret di One Batam Mall.

Melalui skema tersebut, setiap warga dapat menukar uang hingga maksimal Rp5,3 juta per orang.

Menurut Rony, kebutuhan uang pecahan kecil biasanya meningkat saat Ramadan dan Idulfitri, seiring tradisi berbagi dan bersedekah kepada keluarga maupun anak-anak.

“Kami pastikan jumlah uang mengikuti kebutuhan masyarakat agar pertumbuhan ekonomi tetap terjaga. Perbankan juga sudah menyiapkan stok dan distribusinya,” ujarnya.

BI menilai penggunaan aplikasi PINTAR dapat membantu mengurangi antrean sekaligus memberi kepastian layanan bagi masyarakat yang ingin menukar uang pecahan baru menjelang Lebaran.(*)

ReporterYashinta

SALAM RAMADAN