Rabu, 14 Januari 2026

Warga Batam Kesulitan Tukarkan Pecahan Uang Baru, Kuota Aplikasi Pintar BI Sering Penuh

spot_img

Berita Terkait

spot_img
Warga melakukan penukaran uang kertas baru di mobil layanan kas Keliling Bank Indonesia perwakilan Kepri di bundaran dekat Masjid Agung Batam Center, Selasa (4/3). F Cecep Mulyana/Batam Pos

batampos – Menjelang Lebaran, sejumlah warga Batam kewalahan mencari pecahan uang baru untuk kebutuhan THR. Kesulitan semakin terasa karena kuota pendaftaran melalui aplikasi resmi kerap habis.

Dengan tingginya permintaan dan terbatasnya kuota resmi, tak sedikit warga yang akhirnya memilih jalur alternatif melalui jasa penukaran berbayar demi mendapatkan uang baru untuk Lebaran.

Banyak warga yang mencoba mendaftar melalui aplikasi PINTAR, namun ketersediaan kuota menjadi kendala utama.

Salah satunya Deby, warga Batam Center, yang telah beberapa kali mencoba tanpa hasil.

“Mendaftar kuota penuh terus,” keluhnya.

Di tengah kesulitan ini, jasa penukaran uang baru marak bermunculan, terutama di marketplace daring. Namun, harga yang ditawarkan cukup tinggi, dengan biaya administrasi Rp 10.000 hingga Rp 15.000 per Rp 100.000 yang ditukar.

“Katanya penukaran dibatasi, tapi anehnya banyak yang membuka jasa penukaran uang baru dalam jumlah banyak,” ujarnya.

Hal senada diungkapkan Tika yang harus berkeliling beberapa bank untuk mendapatkan pecahan baru. Ia mendapatkan beberapa jumlah pecahan baru, meski tidak mendapatkan sesuai keinginan.

“Cuma bisa dapat Rp 1 juta, itu karena pecahan uang baru yang saya inginkan sudah habis,” imbuhnya.

Sementara itu, Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) Kepri, Rony Widijarto, memastikan bahwa stok uang pecahan baru masih tersedia. “Penukaran uang masih berlangsung hingga 27 Maret,” ujarnya.

Menurutnya, masyarakat wajib mendaftar melalui aplikasi PINTAR, yang memiliki kuota terbatas per sesi. Setiap warga hanya bisa menukar maksimal Rp 4,3 juta, mencakup berbagai pecahan uang. “Untuk penukaran uang wajib lewat aplikasi pintar. Memang untuk kuota pendafatan terbatas,” sebutnya.

Setiap masyarakat hanya bisa menukar uang maksimal Rp 4,3 juta.terdiri dari semua jenis mata uang yang diinginkan.

“Selama ketersediaan pecahan baru lengkap, maka bisa ditukar, dengan batas maksimal ornukaran Rp 4,3 juta,” sebutnya.

Tak hanya itu, ia menjelaskan bahwa pendaftaran di aplikasi pintar di buka persesi.

Karena itu masyarakat yang belum bisa mendaftar diharapkan untuk proaktif mendaftar.

“Pendaftaran dibuka setiap minggu tergantung wilayah penukarannya,” sebutnya. (*)

Reporter: Yashinta

Update