
batampos – Warga Kota Batam menjerit karena harga sembako terus naik dalam waktu yang hampir bersamaan.
Salah seorang warga Sei Harapan, Andini, mengatakan, awalnya minyak goreng yang meroket bahkan harganya naik dua kali lipat.
”Sekarang bahan pokok lain seperti ikan, cabai dan telur yang terus naik,” keluhnya.
Menurutnya, yang paling tinggi itu naiknya ialah ikan laut, seperti selar dan tongkol. Ikan selar naik hingga mencapai Rp 58 ribu sampai Rp 60 ribu per kilogram (kg).
Sementara untuk jenis ikan tongkol dijual Rp 38 ribu hingga Rp 40 ribu per kg.
”Naiknya enggak tanggung-tanggung pak,” sesalnya.
Sementara Ayu, warga Marina, Sekupang, juga mengeluhkan kenaikan harga sembako ini. Bahkan, ia harus merogoh kocek lebih setiap kali pergi ke pasar.
”Biasanya bawa Rp 100 ribu sudah bisa dapat ikan sama ayam, termasuk bumbu dan cabai. Sekarang bawa Rp 150 ribu malah enggak cukup,” ujar ibu dua anak itu.
Menurutnya, kenaikan harga dirasakan hampir pada semua komoditas sembako. Di Pasar Fanindo, Batuaji, daging ayam ras Rp 36 ribu per kg, daging ayam es Rp 34 ribu per kg, telur Rp 17 ribu per 10 butir dan daging sapi beku Rp 90 ribu sampai Rp 100 ribu per kg.
”Kita yang biasa menu makanan selalu berganti setiap hari selama bulan Ramadan ini pasti sangat berasa. Apalagi hampir semua komoditas ini naik harga,” sesalnya.
Ia berharap, pemerintah segera turun tangan menahan lonjakan harga ini. Semisal, dengan operasi pasar dan sembako murah bagi warga Batam.
”Harapannya sembako murah itu juga untuk semua warga. Karena kalau hanya warga tak miskin, kita sekarang juga bisa dibilang tak mampu,” jelasnya.(*)
Reporter: Rengga Yuliandra



