Sabtu, 14 Maret 2026

Warga Geram Tukar Uang Sulit Bukan Main, BI Kepri Lakukan Evaluasi

spot_img

Berita Terkait

spot_img
Warga melakukan penukaran uang kertas baru di mobil layanan kas Keliling Bank Indonesia perwakilan Kepri di bundaran dekat Masjid Agung Batam Center, Selasa (4/3). F Cecep Mulyana/Batam Pos

batampos – Warga Batam mengeluhkan sulitnya menukar uang pecahan baru menjelang Idulfitri 2026. Kuota penukaran uang melalui aplikasi PINTAR (BI Smart Cash) milik Bank Indonesia disebut cepat habis hanya dalam waktu singkat.

Kamal, salah seorang warga Batam, mengaku sudah beberapa kali mencoba memesan kuota penukaran melalui aplikasi tersebut. Namun, upayanya selalu gagal karena kuota sudah habis.

“Saya sudah coba beberapa kali buka aplikasi, tapi kuotanya cepat sekali habis. Padahal saya ingin menukar uang pecahan baru untuk Lebaran,” kata Kamal.

Menurutnya, tradisi membagikan uang kepada anak-anak saat Lebaran membuat kebutuhan pecahan kecil menjadi penting bagi banyak keluarga.

“Biasanya untuk bagi-bagi keponakan atau anak tetangga. Tapi kalau susah ditukar begini jadi bingung juga,” ujarnya.

Hal serupa disampaikan Dina, warga Batuampar. Dia juga sudah mendatangi sejumlah bank konvensional untuk menukarkan uang pecahan baru. Namun, lagi-lagi pihak bank menyatakan tak ada lagi kuota yang tersedia.

”Katanya enggak ada masuk lagi yang pecahan baru, jadi diminta tukar lewat aplikasi PINTAR. Tapi ya itu, mau lewat aplikasi kuota penuh terus,” katanya geram.

Menanggapi hal tersebut, Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Kepulauan Riau menyatakan akan melakukan evaluasi terhadap layanan penukaran uang digital tersebut.

Deputi Kepala Perwakilan BI Kepulauan Riau Ardhienus mengatakan tingginya animo masyarakat terlihat dari cepatnya kuota pemesanan penukaran uang di berbagai wilayah Indonesia melalui aplikasi PINTAR.

“Bank Indonesia mengapresiasi tingginya animo masyarakat yang tercermin dari cepatnya penyerapan kuota pemesanan penukaran di seluruh wilayah Indonesia melalui aplikasi PINTAR,” kata Ardhienus, Jumat (13/3).

Ia mengakui masih ada sebagian masyarakat yang belum berhasil memperoleh kuota penukaran melalui aplikasi tersebut.

Karena itu, Bank Indonesia akan terus melakukan evaluasi agar pelaksanaan layanan penukaran uang ke depan dapat berjalan lebih optimal.

Selain meningkatkan layanan penukaran, Bank Indonesia juga menyiapkan pasokan uang tunai dalam jumlah besar untuk memenuhi kebutuhan masyarakat selama Ramadan hingga Idul Fitri.

Bank Indonesia Perwakilan Kepulauan Riau menyiapkan uang tunai sebesar Rp2,9 triliun untuk periode Ramadan dan Idul Fitri 1447 Hijriah atau 2026.

“Nilai tersebut meningkat sekitar 38 persen dibandingkan realisasi tahun sebelumnya yang mencapai Rp2,1 triliun,” jelasnya.

Menurut Ardhienus, sebagian besar distribusi uang tunai tersebut akan disalurkan melalui jaringan perbankan yang beroperasi di wilayah Kepulauan Riau.

Langkah ini dilakukan untuk memastikan kebutuhan uang tunai masyarakat selama periode Ramadan dan Lebaran dapat terpenuhi dengan baik.

Lonjakan kebutuhan uang tunai pada periode ini umumnya dipicu meningkatnya aktivitas konsumsi masyarakat serta tradisi berbagi uang dalam bentuk pecahan kecil saat Idul Fitri.

“Bank Indonesia berharap ketersediaan uang yang cukup mendukung kelancaran transaksi ekonomi masyarakat selama momentum tersebut,” ujarnya. (*)

ReporterAzis Maulana

SALAM RAMADAN