
batampos – Anggota Komisi I DPRD Kota Batam, Utusan Sarumaha, mengungkapkan, dirinya mendapat keluhan dari warga Kaveling Sagulung yang mengeluhkan mahalnya biaya pemasangan jaringan air bersih. Warga harus mengeluarkan uang sebesar Rp 6.350.000 untuk pemasangan baru.
Utusan menuturkan, awalnya pihak kontraktor meminta biaya sebesar Rp 5.500.000 untuk pemasangan baru. Namun, setelah uang itu dilunasi, pihak kontraktor kembali meminta tambahan biaya sebesar Rp 850.000 dengan alasan ada kenaikan biaya dalam pemasangan jaringan air bagi pelanggan baru.
Sementara, untuk pemasangan jaringan air bagi pelanggan baru di beberapa wilayah seperti Seilekop, Basima, KSB Kamboja, hanya sebesar Rp 4,5 juta hingga Rp 4,7 juta.
”Kami sangat prihatin dengan ini. Masih ada kontraktor yang suka-suka dalam menetapkan harga penyambungan meteran di kaveling,” ujarnya, Kamis (3/3).
Biaya pemasangan sambungan air bagi pelanggan baru di wilayah kaveling yang sebesar Rp 6.350.000 itu sangat memberatkan. Dimana, biaya yang tinggi ini sudah sering ia suarakan agar BP Batam selaku pihak yang mempunyai kewenangan terkait pengelolaan air di Batam melakukan intervensi dengan standardisasi baku.
”Sekarang Perka (Peraturan Kepala) BP Batam baru yang Nomor 2 Tahun 2022 sudah terbit. Tapi, kontraktornya yang belum patuh,” katanya.
Untuk itu, ia meminta kepada BP Batam untuk memberikan sanksi tegas kepada kontraktor yang masih melanggar aturan dalam Perka tersebut. Sebab, BP Batam harus melindungi masyarakat yang berhak untuk mendapatkan air bersih dengan harga yang terjangkau.
”Jangan sampai kontraktor hanya mencari untung yang besar, tapi membuat masyarakat menjadi tertindas,” tegasnya.
Di sisi lain, ia mengapresiasi kontraktor yang telah membuka jaringan air hingga wilayah kaveling. Namun, kontraktor juga tetap memperhatikan kemampuan ekonomi masyarakat.
”Jangan sampai membuat masyarakat tidak bisa menikmati air bersih karena ketidakmampuan masyarakat dalam membayar tarif penyambungan air ini tadi,” imbuhnya.
Terpisah, General Manager (GM) Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) Hilir BP Batam, Ibrahim Koto, saat dikonfirmasi belum bisa memberi keterangan terkait dengan biaya pemasangan jaringan air bagi pelanggan baru yang mahal ini.
”Saya masih lagi ada acara. Nanti saja ya,” ujarnya singkat. (*)
Reporter : Eggi Idriansyah



