
batampos – Warga Kelurahan Sei Harapan, Kecamatan Sekupang, Kota Batam, resah lantaran lurah mereka hampir dua bulan tidak masuk kantor dan sulit dihubungi. Kondisi ini membuat berbagai urusan administrasi warga terhambat.
Seorang pemilik Usaha Kecil Menengah (UKM) di Sei Harapan mengaku kesulitan mengurus surat keterangan usaha yang dibutuhkannya untuk pengajuan Kredit Usaha Rakyat (KUR).
“Saya sudah dua kali datang ke kelurahan hanya untuk minta surat keterangan usaha. Tapi selalu dibilang belum selesai karena lurah tidak ada,” keluh pelaku usaha kaki lima yang enggan disebutkan namanya itu.
Hal serupa juga dirasakan warga lain yang hendak mengurus dokumen penting. Mereka harus menunggu lebih lama karena ketiadaan lurah.“Sudah hampir dua bulan lurahnya tidak masuk. Mau minta tanda tangan untuk surat keterangan usaha jadi susah,” ungkap Yadi, warga Sungai Harapan.
Camat Sekupang, Kamarul, membenarkan kondisi tersebut. Ia mengatakan pihak kecamatan sudah melakukan pembinaan, namun tidak diindahkan oleh lurah yang bersangkutan.
“Terakhir setelah tidak masuk kantor saya sudah panggil. Tapi sekarang sudah tidak bisa dihubungi, sampai saat ini kami tidak tahu keberadaannya,” ujarnya.
Meski begitu, Kamarul meminta masyarakat tidak khawatir. Untuk sementara, urusan administrasi yang membutuhkan tanda tangan lurah bisa dilimpahkan kepada sekretaris lurah (seklur).“Kalau ada keperluan mendesak, langsung saja ke seklur,” katanya.
Pantauan di kantor Kelurahan Sei Harapan Selasa (19/8), hanya terlihat dua pegawai yang melayani warga. Seklur saat itu sedang menghadiri rapat di Dinas Koperasi, sementara sebagian pegawai lain meninjau persiapan perayaan HUT ke-80 RI.
“Berkasnya sudah lengkap, ibu tinggal fotokopi rangkap dua lalu serahkan ke loket Disdukcapil,” tutur pegawai tersebut. (*)
Reporter: Rengga Yuliandra



