Sabtu, 10 Januari 2026

Warga Kesulitan Dapatkan Gas 3 Kg, Pertamina dan Disperindag Batam Sebut Stok Aman

spot_img

Berita Terkait

spot_img
Ilustrasi: Warga membawa dua gas melon yang dibeli dari operasi pasar gas 3 Kg yang digelar Pertamina Patra Niaga Kepri bersama Disperindag Kota Batam di Kantor Camat Bengkong, Senin (16/9). F. Cecep Mulyana/Batam Pos

batampos – Warga Batam kembali mengeluhkan sulitnya mendapatkan gas elpiji (LPG) 3 kilogram. Dalam dua bulan terakhir, tabung gas melon itu semakin sulit ditemukan di warung-warung maupun pangkalan terutama di daerah Tiban Indah, Kecamatan Sekupang, Kota Batam.

Menanggapi keluhan itu Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Batam, Gustian, menegaskan pasokan LPG 3 kilogram di Batam sebenarnya masih mencukupi. Menurutnya, kelangkaan yang dirasakan warga bukan disebabkan kurangnya kuota dari pusat, melainkan persoalan di lapangan.

“Keadaan gas elpiji di Batam tidak langka, semua over kapasitas. Di Tiban Indah itu persoalannya bukan langka, tapi pengantaran dari agen ke pangkalan yang terlambat karena antrean pengisian di SPBE. Itu sudah ditindaklanjuti, kami langsung turun ke lapangan dan sudah diisi semua. Kuota bulanan kita masih cukup, tidak ada masalah,” jelasnya saat dihubungi Batam Pos pada Jumat (22/8).

Baca Juga: Sagulung Butuh Tambahan Puskesmas, Dinkes Batam Targetkan Puskesmas Sungai Pelunggut Diresmikan September

Ia menambahkan, tidak ada pengurangan distribusi resmi ke pangkalan. Namun jika ada yang terlihat berkurang, hal itu biasanya disebabkan penjualan yang tidak stabil dari pihak pangkalan.

“Bahasa kelangkaan itu tidak ada. Yang ada keterlambatan distribusi dari pengisian SPBE ke agen, lalu ke pangkalan,” katanya

Selain itu, Gustian juga menyoroti adanya pangkalan yang nakal, menjual gas tidak sesuai peruntukan.

“Contohnya pangkalan yang menjual ke pihak lain tanpa izin usaha kecil menengah (UKM) yang berhak. Itu bisa jadi persoalan. Kalau tidak sesuai aturan, agen bisa memberikan sanksi atau bahkan mengurangi suplai,” ujarnya.

Menurutnya, pengawasan terus dilakukan. Kemarin beberapa hari yang lalu pihkanya sempat turun ke lapangan bersama Pertamina dan Migas. Dalam sebulan dua kali pengawasan.

“Di Sekupang, Batuaji, dan Sagulung kita temukan penjualan yang tidak sesuai HET. Itu yang jadi persoalan. Jadi masalahnya bukan di kuota, tapi di lapangan,” tegas Gustian kepada Batam Pos.

Baca Juga: BP Batam Tutup Akses ke Telaga Bidadari, Pencinta Wisata Alam Kecewa

Sementara itu, Manager Pertamina Sumatra Bagian Utara (Sumbagut), Fahrougi Simampouw, memastikan penyaluran LPG 3 kilogram di Batam tetap berjalan sesuai kuota yang telah ditetapkan pemerintah.

“Tidak ada pengurangan pasokan dari pusat, baik dari sisi pengiriman maupun suplai ke agen dan pangkalan resmi,” jelasnya.

Fahrougi menjelaskan, keterbatasan yang dirasakan di tingkat warung terjadi karena distribusi resmi hanya dilakukan sampai ke pangkalan.

“Warung-warung itu sebenarnya bukan jalur resmi distribusi. Jadi wajar kalau stoknya terbatas,” katanya.

Menurut Farougi, agar penyaluran tepat sasaran, Pertamina bersama pemerintah daerah rutin melakukan pengawasan.

“Kami terus berkoordinasi dengan Disperindag untuk memastikan kebutuhan energi rumah tangga tetap terpenuhi,” katanya. (*)

 

Reporter: M. Sya’ban

Update