Minggu, 25 Januari 2026

Warga Perumahan Grand Jaelynne Tolak Pustu, Warga Marina Justru Minta Dialihkan di Bangun di Wilayah Mereka

spot_img

Berita Terkait

spot_img
Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Batam Didi Kusmarjadi.

batampos– Rencana pembangunan Puskesmas Pembantu (Pustu) di lahan fasilitas umum (fasum) Perumahan Grand Jaelynne, Kelurahan Sagulung Kota, Kecamatan Sagulung, masih menuai penolakan dari sebagian warga. Penolakan muncul karena warga meminta agar ukuran bangunan Pustu diperkecil.

Kepala Dinas Kesehatan Kota Batam, Didi Kusmarjadi, menegaskan bahwa permintaan tersebut tidak bisa dipenuhi. Menurutnya, ukuran Pustu sudah ditentukan sesuai standar Kementerian Kesehatan (Kemenkes) dan berlaku sama di seluruh Indonesia.

“Mereka minta diperkecil, padahal ukuran itu sudah standar Kemenkes. Di mana-mana Pustu, terutama yang terbaru, ukurannya sama. Jadi tidak bisa asal-asalan bangun karena ada standarnya,” tegas Didi, Selasa (20/8).

Didi menyebut, penolakan itu bahkan sempat berujung insiden ketika pekerja mulai memasang boplang di lokasi pembangunan. “Tadi tukangnya langsung berhenti, waktu pasang boplang,” ungkapnya.

Meski demikian, ia menilai kebutuhan pembangunan Pustu tetap penting agar masyarakat Sagulung mendapatkan akses layanan kesehatan yang lebih dekat. Namun, jika wacana pemindahan lokasi kembali mencuat, ada syarat utama yang harus dipenuhi.

BACA JUGA: Warga Grand Jaelynne Tolak Pembangunan Pustu, Lurah: Kekhawatiran Soal Keamanan

“Kalau mau pindah, tidak semudah yang dipikirkan. Harus ada lahan yang tersedia dan memiliki legalitas sah. Kalau tidak ada legalitas, pusat tidak mau bangun,” jelas Didi.

Sementara itu, di sisi lain, sejumlah warga di kawasan Marina justru menyatakan dukungan penuh jika Pustu dialihkan ke wilayah mereka. Warga menilai keberadaan fasilitas kesehatan itu sangat dibutuhkan karena jarak ke Pustu terdekat cukup jauh.

“Kalau warga sana nolak bangun di wilayah kami saja, saya pikir warga disini akan mendukung karena ini untuk kemaslahatan masyarakat banyak, ” ujar anton warga sekitar. (*)

Reporter: Rengga

Update