
batampos – Sejumlah warga Rempang mendatangi Kantor Wali Kota Batam menyusul penertiban lahan oleh tim terpadu di kawasan Tanjung Banon, Rempang, yang berlangsung Jumat lalu.
Kedatangan warga bertujuan untuk menyampaikan aspirasi dan meminta penjelasan langsung dari Wali Kota Batam, Amsakar Achmad, terkait pembongkaran kebun warga.
Pertemuan tersebut turut dihadiri Wakil Wali Kota Batam, Kapolres Barelang, serta sejumlah pejabat teknis.
Amsakar menjelaskan bahwa pembongkaran dilakukan berdasarkan prosedur hukum, diawali dengan tiga tahapan surat peringatan sebelum akhirnya dilaksanakan pembersihan lokasi.
“Pembongkaran dilakukan karena saat ini sedang berlangsung proses pematangan lahan yang ditargetkan selesai dan diserahterimakan pada 22 September mendatang,” ujar Amsakar, Senin (5/5).
Baca Juga: Gedung SDN 013 Batam Dihantam Puting Beliung, Dinas Pendidikan Ajukan Perbaikan
Ia juga mengungkapkan bahwa alokasi dana dari Kementerian Transmigrasi untuk mendukung program relokasi akan diputuskan pada Rabu mendatang. Oleh karena itu, Pemkot Batam bersama BP Batam diminta segera menyelesaikan berbagai persoalan yang masih menghambat kelancaran proyek.
Dalam kesempatan tersebut, Amsakar memberikan waktu kepada perwakilan warga untuk menyampaikan pendapat. Dari enam warga yang berbicara, mayoritas menyoroti isu penggusuran. Wali Kota menyatakan bahwa semua pertanyaan telah dijawab secara terbuka dan akan ditindaklanjuti secara teknis.
“Ada juga usulan warga untuk mempertimbangkan lokasi lain selain Tanjung Banon, namun saat ini kami fokus pada penyelesaian lahan di Tanjung Banon sesuai arahan dari pemerintah pusat. Jika ada perkembangan lebih lanjut, tentu akan dibahas secara terpisah,” jelasnya.
Mengenai tidak berfungsinya kantor camat setempat, Amsakar menyatakan bahwa kantor tersebut termasuk dalam area yang akan dikembangkan. Meski demikian, pelayanan publik tetap berjalan, dengan camat sementara berkantor di Rumah Sakit Khusus Infeksi (RSKI) Galang.
Baca Juga: Kuota PPDB SMA di Kepri Bakal Disesuaikan, Daya Tampung Terancam Menyusut
“Kami minta warga bersabar menunggu penataan struktur selesai. Setelah itu, semua masukan warga akan kami tindak lanjuti. Saya apresiasi penyampaian warga yang sangat arif dan bijaksana. Intinya, kami ingin mencari solusi terbaik bagi semua pihak,” katanya.
Lahan yang dibersihkan di Tanjung Banon, lanjut Amsakar, akan dibangun fasilitas pendidikan, termasuk SD dan SMP negeri dari Pemkot Batam, serta SMA yang direncanakan dibangun oleh Pemprov Kepri.
Ia menegaskan bahwa bukan “sekolah rakyat” yang akan dibangun, melainkan sekolah formal dengan standar nasional. (*)
Reporter: Azis Maulana



