
batampos – Pelabuhan tikus yang disinyalir sebagai tempat bongkar muat barang selundupan terus bermunculan di Batam. Salah satunya ada di Kelurahan Tembesi, Kecamatan Sagulung. Ada sebuah pelantar sederhana yang belakangan disebut sebagai pelabuhan tikus. Lokasinya dekat dengan pemukiman warga.
Informasi yang didapat, sudah setahunan pelabuhan tersebut beroperasi dan selalu padat dengan aktifitas bongkar muat barang di sore hingga malam hari. Barang yang paling sering dimuat ataupun dibongkar adalah rokok tanpa pita cukai. Ini disoroti masyarakat setempat sebab lingkungan tempat tinggal mereka dicap sebagai tempat penyelundupan barang ilegal.
Sy, sumber di lapangan menyebutkan, aktifitas bongkar muat rokok ini lakukan oleh kapal-kapal kayu. Rokok non cukai dari Batam dibawa ke pulau-pulau terdekat melalui pelantaran kayu tersebut. “Hampir setiap malam mereka muat rokok. Ada juga barang lain cuman tak bisa dipastikan karena dijaga pelabuhan itu. Warga tak bisa masuk. Paling banyak rokok yang dibawa,” ujar Sy.
Aktifitas yang mencurigakan serupa juga sering terjadi di pelabuhan tikus atau pelantaran yang ada di Kelurahan Seibinti. Kapal-kapal kayu hilir mudik untuk bongkar muat barang di lokasi pelabuhan yang dibangun seadanya itu.
Warga merasa risih sebab selain mengganggu kenyamanan, lingkungan mereka juga dicap sebagai tempat penyelundupan. Berharap agar ini ditindaklanjuti instansi pengawas terkait demi mencegah kerugian negara akibat aktifitas-aktifitas yang tak terpantau tersebut.
Reporter : Eusebius Sara



