
batampos – Pemandangan tak sedap terlihat di sepanjang jalan menuju kawasan industri galangan kapal, Seipelenggut, Kecamatan Sagulung. Puluhan ton sampah plastik dan pakaian bekas berserakan di pinggir jalan dekat jalur pipa gas.
Serahkan sampah plastik dan pakaian bekas ini bahkan meluber hingga ke kawasan hutan mangrove dekat kampung tua Dapur 12. Lahan kosong pinggir jalan tersebut bagaikan lautan sampah.
Masyarakat setempat mengaku sangat terganggu dengan sampah yang tidak tahu pasti dari mana asalnya itu. Sampai muncul secara tiba-tiba sebulan yang lalu dan semakin hari semakin bertambah banyak. Sampah ini diduga sengaja dibuang oleh orang yang sama karena jenis sampahnya sama yakni plastik dan pakaian bekas.
Baca Juga: Bos Toko Sembako Dirampok Karyawan di Batuaji, Rp 200 Juta Dibawa Kabur
“Di sekitar sini banyak perusahaan yang mengolah plastik dan pakaian bekas. Bisa jadi dari perusahaan-perusahaan itu. Karena jenis sampah ini sama semua. Kalau masyarakat yang buang pasti ada campuran sampah rumah tangga dan material bangunan. Ini tak ada sampah rumah tangga dan material bangunan. Pakaian dan plastik bekas semua,” ujar Freddy, warga Dapur 12, Sagulung.
Warga juga tidak mengetahui secara pasti kapan dan siapa yang menimbun sampah plastik dan pakaian bekas tersebut. Namun demikian besar harapan warga agar sampah ini diatasi dan mengusut pelaku yang sengaja membuang sampah tersebut. (*)
Reporter: Eusebius Sara



