Senin, 30 Maret 2026

Warga Sempat Panik, Kebakaran Hutan di Tanjung Riau Sempat Mengarah ke Pemukiman

spot_img

Berita Terkait

spot_img
Petugas kepolisian dan damkar memadamkan api di Tanjung Riau. f. dok humas Polda Kepri

batampos – Kebakaran hebat yang melanda kawasan Tempat Pembuangan Sampah Sementara (TPS) Tanjung Riau, Kecamatan Sekupang, masih berlangsung hingga Selasa (24/3) malam. Kobaran api yang terus membesar bahkan sempat menjalar mendekati badan jalan dan mengarah ke permukiman warga, sehingga memicu kepanikan.

Petugas gabungan dari Dinas Pemadam Kebakaran bersama personel Brimob terus berjibaku memadamkan api. Kondisi medan yang berbukit, ditambah banyaknya material mudah terbakar di lokasi TPS, membuat proses pemadaman berjalan cukup sulit dan membutuhkan waktu lama.

Api yang sempat merambat ke arah jalan membuat petugas harus bekerja ekstra keras agar tidak menjalar ke kawasan perumahan warga. Asap tebal juga terlihat membumbung tinggi dan menyelimuti sebagian wilayah sekitar.

Seorang warga Tanjung Riau Yadi mengaku sempat khawatir saat melihat api semakin membesar dan mendekati lingkungan tempat tinggal mereka.

“Semalam api terlihat membesar ke arah jalan. Kami takut karena sudah mendekati perumahan. Untungnya petugas cepat datang dan langsung melakukan pemadaman,” ujarnya.

Hingga pukul 11.00 malam, petugas masih melakukan upaya pemadaman dan pendinginan di lokasi untuk memastikan api benar-benar padam dan tidak kembali menyala.

Sementara itu, kebakaran juga terjadi di kawasan hutan Pulau Manis, Kecamatan Belakang Padang. Api dilaporkan menghanguskan area hutan yang mengelilingi deretan vila di pulau tersebut.

Camat Belakang Padang, Hanafi, membenarkan kejadian tersebut. Ia menjelaskan bahwa kawasan hutan yang terbakar memang tidak berpenghuni, namun memiliki peran penting sebagai sumber air bersih bagi masyarakat sekitar.

“Hutan di Pulau Manis ini tidak berpenghuni, tetapi menjadi sumber air bersih yang dimanfaatkan warga. Kami khawatir jika kebakaran ini berdampak terhadap lingkungan,” ujarnya.

Menurut Hanafi, pihaknya terus melakukan pemantauan terhadap kondisi di lapangan guna mengantisipasi kemungkinan meluasnya kebakaran. Ia juga mengingatkan masyarakat agar lebih waspada, terutama di tengah kondisi cuaca panas dan angin yang dapat mempercepat penyebaran api.

“Kami mengimbau masyarakat untuk tidak melakukan aktivitas yang dapat memicu kebakaran, seperti membuang puntung rokok sembarangan atau membakar lahan,” tegasnya.

Dua peristiwa kebakaran ini menjadi perhatian serius, mengingat potensi dampaknya terhadap lingkungan dan keselamatan warga. Selain merusak kawasan hutan, kebakaran juga dapat mengganggu kualitas udara dan membahayakan kesehatan masyarakat.

Pihak berwenang mengajak masyarakat untuk berperan aktif dalam mencegah kebakaran dengan menjaga lingkungan serta segera melaporkan jika menemukan titik api di wilayah masing-masing.(*)

UPDATE