Senin, 19 Januari 2026

Warga Serbu Gerakan Pangan Murah di Sekupang, Beras dan Minyak Jadi Incaran

spot_img

Berita Terkait

spot_img
Ratusan warga Kelurahan Patam Lestari, Kecamatan Sekupang, menyerbu Gerakan Pangan Murah yang digelar di depan Mori Coffee, Jumat (29/8).

batampos – Ratusan warga Kelurahan Patam Lestari, Kecamatan Sekupang, menyerbu Gerakan Pangan Murah yang digelar di depan Mori Coffee, Jumat (29/8). Kegiatan ini merupakan kerja sama Perum Bulog dan Polri untuk menjaga stabilitas pasokan sekaligus menekan harga pangan di Batam.

Sejak pagi, masyarakat sudah berdatangan. Banyak yang rela antre demi mendapatkan kebutuhan pokok dengan harga lebih murah dibandingkan di pasaran. Produk yang dijual antara lain beras SPHP 5 kilogram seharga Rp58 ribu, beras premium 5 kilogram Rp65 ribu, minyak goreng 1 liter Rp18 ribu, serta telur ayam ras 1 papan Rp53 ribu.

“Alhamdulillah bisa belanja beras murah. Harganya lumayan jauh lebih rendah daripada di toko biasa. Sangat membantu,” kata Siti, warga Patam Lestari, yang datang bersama anaknya.

Hal senada disampaikan Yanto, warga lainnya. Menurutnya, keberadaan pasar murah seperti ini meringankan beban masyarakat di tengah harga kebutuhan pokok yang terus naik.

“Kalau bisa lebih sering diadakan. Kami warga pasti sangat terbantu,” ujarnya.

Untuk memastikan kegiatan berlangsung aman dan tertib, jajaran Polsek Sekupang menurunkan personel penuh. Polisi terlihat mengatur arus pengunjung, membantu warga yang antre, sekaligus mengantisipasi potensi gangguan keamanan.

Kapolsek Sekupang, Kompol Hippal Tua Sirait, S.H., M.H., mengatakan pengamanan dilakukan agar masyarakat bisa berbelanja dengan tenang.

“Kami ingin masyarakat merasa aman dan nyaman. Kehadiran personel Polsek Sekupang juga sekaligus mendukung program stabilisasi harga pangan di wilayah ini,” ujarnya.

Polsek Sekupang menegaskan, sinergi Bulog dan Polri akan terus didukung karena manfaatnya langsung dirasakan masyarakat. Program ini diharapkan dapat menjaga daya beli warga sekaligus mengendalikan harga bahan pokok di Batam. (*)

Reporter: Rengga Yuliandra

Update