Jumat, 2 Januari 2026

Warga Tanjung Banun Terima Perbekalan Lengkap dan Santunan Rumah Secara Utuh

spot_img

Berita Terkait

spot_img

batampos — Warga transmigrasi lokal di Tanjung Banun menerima bantuan perbekalan sekaligus santunan nilai rumah asal secara penuh. Penyerahan bantuan itu disaksikan langsung Kepala BP Batam Amsakar Achmad dan Wakil Kepala BP Batam Li Claudia Chandra, Minggu (21/12/2025).

Bantuan diserahkan secara simbolis oleh Menteri Transmigrasi Republik Indonesia, Muhammad Iftitah Sulaiman Suryanagara. Paket perbekalan yang diberikan mencakup perlengkapan sandang, peralatan tidur, dapur, alat pertukangan, peralatan pertanian, jaring nelayan, hingga kebutuhan rumah tangga lainnya.

Selain perbekalan, warga juga menerima santunan nilai rumah asal secara penuh. Santunan ini diberikan berdasarkan hasil penilaian Kantor Jasa Penilai Publik (KJPP).

Sebelumnya, skema yang berlaku adalah selisih nilai rumah. Misalnya, rumah warga dinilai Rp200 juta, sementara rumah relokasi senilai Rp130 juta, maka warga hanya menerima ganti rugi Rp70 juta. Kini, nilai Rp130 juta yang sebelumnya diperhitungkan sebagai rumah relokasi tersebut dikembalikan sepenuhnya kepada warga.

Menteri Transmigrasi RI Muhammad Iftitah Sulaiman Suryanagara mengatakan, kebijakan santunan penuh ini merupakan usulan Kepala dan Wakil Kepala BP Batam. Setelah melalui pembahasan panjang, usulan tersebut akhirnya disepakati.

“Pembangunan Tanjung Banun ini bukan sekadar relokasi. Ini tentang menciptakan pertumbuhan ekonomi baru, menata masa depan, dan memindahkan kehidupan ke arah kesejahteraan yang lebih baik,” ujar Iftitah.

Sementara itu, Kepala BP Batam Amsakar Achmad menegaskan, langkah tersebut merupakan komitmen bersama untuk memastikan setiap kebijakan berpihak pada keadilan dan kesejahteraan masyarakat.

Menurutnya, pembangunan Rempang Eco City tidak hanya berfokus pada proyek fisik, tetapi juga dirancang sebagai upaya jangka panjang untuk mendorong pertumbuhan ekonomi, membuka lapangan kerja, serta meningkatkan kualitas hidup masyarakat secara berkelanjutan.

“Dengan perbekalan dan santunan nilai rumah asal ini, kami berharap masyarakat bisa lebih tenang dan fokus menata kehidupan, seiring dengan penyiapan infrastruktur yang terus kami lakukan di Tanjung Banun,” tegas Amsakar. (*)

Update