
batampos – Warga Tanjung Sengkuang, Kecamatan Batuampar, Kota Batam, meminta agar pasokan air bersih tetap mengalir selama bulan Ramadan hingga Lebaran. Permintaan tersebut disampaikan dalam pertemuan evaluasi pascademonstrasi krisis air yang digelar warga pada 22 Januari lalu.
Pertemuan berlangsung pada Sabtu (31/1) sore dan dihadiri Anggota DPRD Kota Batam daerah pemilihan Batuampar–Bengkong, Ruslan Sinaga.
Agenda tersebut bertujuan menampung sekaligus mengevaluasi aspirasi warga terkait persoalan krisis air bersih yang masih dirasakan hingga saat ini.
Ruslan Sinaga mengatakan, pertemuan tersebut menjadi ruang dialog untuk menindaklanjuti tuntutan warga yang sebelumnya disuarakan melalui aksi demonstrasi. Ia mengakui, pemerintah telah merespons cepat, namun masih ada sejumlah poin yang perlu dikawal secara berkelanjutan.
“Intinya pertemuan itu untuk mendengarkan kembali aspirasi warga dan menindaklanjuti ke depan, termasuk memberikan solusi atas krisis air yang terjadi,” ujar Ruslan kepada Batam Pos, Minggu (1/2) siang.
Baca Juga: Polresta Barelang Gelar Operasi Keselamatan Seligi 2026, Sasar 7 Pelanggaran
Dari 14 RW di Tanjung Sengkuang, Ruslan menyebutkan sebagian besar sudah terakomodasi. Namun, ia mengakui masih terdapat wilayah yang aliran airnya belum maksimal, khususnya di daerah dengan posisi lebih tinggi.
“Masih ada saluran air yang belum bisa naik ke atas. Untuk mengatasi itu, sementara dilakukan pengiriman air menggunakan mobil tangki,” jelasnya.
Ia menegaskan, pengiriman mobil tangki merupakan bagian dari komitmen pemerintah daerah, sebagaimana disampaikan Wali Kota Batam kepada masyarakat, dan hal tersebut akan terus dikawal.
Ruslan juga menyampaikan salah satu keluhan utama warga, yakni jam mengalirnya air yang kerap terjadi pada dini hari sekitar pukul 02.00 hingga 03.00 WIB. Menurutnya, warga sangat keberatan dengan kondisi tersebut.
“Itu permintaan warga semalam. Air jangan hidup tengah malam karena sangat menyulitkan. Ini akan saya sampaikan ke pemerintah,” katanya.
Untuk solusi jangka pendek, Ruslan menyebutkan distribusi air melalui mobil tangki masih menjadi andalan. Ia juga mengingatkan masyarakat bahwa persoalan krisis air bukan masalah baru dan telah terjadi sejak sebelum pemerintahan saat ini.
“Masalah air ini sudah lama. Sudah tiga kali dilakukan Rapat Dengar Pendapat (RDP). Hasilnya harus dibawa ke pusat dan melalui proses penganggaran sampai diketok palu,” ujarnya.
Baca Juga: Pengusaha Batam Tertipu dan Uang Miliaran Terbang, Polisi Telusuri Aliran Dana Korban
Karena itu, Ruslan meminta warga memberi kepercayaan kepada pemerintah daerah untuk menyelesaikan persoalan tersebut. Ia menyebutkan, Wali Kota Batam telah meminta waktu empat bulan untuk mencari solusi menyeluruh.
“Kalau dalam empat bulan belum ada jalan keluar, kita akan duduk bersama lagi. Mudah-mudahan tidak sampai lewat dari empat bulan,” harapnya.
Ia juga menegaskan bahwa krisis air tidak hanya terjadi di Tanjung Sengkuang, tetapi juga dirasakan warga di Bengkong dan Tiban. Menurutnya, banyak persoalan teknis yang belum sepenuhnya diketahui masyarakat.
Dalam pertemuan itu, warga secara khusus meminta agar pasokan air selama Ramadan hingga Lebaran tidak terganggu. Ruslan menyatakan komitmennya untuk mengawal permintaan tersebut.
“Itu permohonan warga. Kami akan menyampaikan ke pihak terkait, termasuk BP Batam dan Wali Kota. Kami akan bekerja agar distribusi air bisa maksimal,” tegasnya.
Sementara itu, Ketua RT 02 RW 11 Tanjung Sengkuang, Rudi, mengatakan saat ini distribusi air tangki mencapai sekitar 80 tangki per hari yang dibagi rata ke 14 RW terdampak.
“Jumlahnya berbeda-beda. Ada RW yang dapat sembilan tangki, ada juga yang tujuh tangki per hari,” ujarnya.
Sebagai tokoh masyarakat, Rudi menyampaikan apresiasi kepada Ruslan Sinaga yang hadir langsung dalam evaluasi pascademo. Ia juga mengucapkan terima kasih kepada pemerintah, Polres, dan Polsek yang telah mengawal pendistribusian air tangki ke wilayah mereka.
“Kami berterima kasih kepada Bu Ruslan Sinaga yang sudah menerima aspirasi kami dengan baik. Karena air tangki benar-benar masuk ke wilayah kami,” katanya.
Rudi berharap selama bulan puasa hingga Lebaran nanti pasokan air tidak kembali terhenti, mengingat air bersih menjadi kebutuhan utama warga.
“Air sangat dibutuhkan saat bulan puasa. Kami mohon jangan sampai mati,” harap dia.(*)



