
batampos – Warga Kelurahan Tanjunguncang kembali mendatangi kawasan industri PT Best Eternity Resources Technology di Kecamatan Batuaji pada Selasa (11/2) pagi. Aksi ini merupakan yang kedua kalinya setelah sebelumnya mereka juga melakukan unjuk rasa dengan tuntutan serupa, yakni meminta agar perusahaan-perusahaan di kawasan tersebut memprioritaskan warga setempat sebagai pekerja.
Kedatangan warga kali ini dipicu oleh proses perekrutan karyawan di PT M SUN Solar Indonesia, salah satu perusahaan di kawasan industri tersebut. Menurut informasi yang diperoleh, dalam beberapa hari terakhir, perekrutan tenaga kerja di perusahaan ini lebih banyak mengakomodasi pelamar dari luar Kelurahan Tanjunguncang, sementara banyak warga setempat yang melamar justru tidak diterima.
Masyarakat merasa tidak terima dengan kondisi ini karena mereka menganggap perusahaan telah mengingkari kesepakatan awal untuk mengutamakan tenaga kerja dari lingkungan sekitar. “Sebagian yang diterima malah dari luar semua. Warga Tanjunguncang sendiri hanya sedikit yang lolos. Dulu sudah ada perjanjian saat pembangunan perusahaan untuk mengutamakan masyarakat tempatan sebagai pekerja. Ini yang mau kita pertegaskan lagi,” ujar Surino, salah satu warga.
Sementara itu, sumber dari lingkungan perusahaan menyebut bahwa banyak warga tempatan sebenarnya sudah diterima bekerja. Mereka yang tidak lolos seleksi disebut memang tidak memenuhi kriteria dan keterampilan yang dibutuhkan oleh perusahaan. Hal ini menjadi alasan utama mengapa tidak semua pelamar dari Tanjunguncang diterima.
Untuk menyelesaikan permasalahan ini, Polsek Batuaji turun tangan dengan melakukan mediasi antara warga dan pihak manajemen perusahaan. Proses ini diharapkan dapat menghasilkan kesepakatan yang menguntungkan kedua belah pihak serta menciptakan suasana kerja yang lebih kondusif di kawasan industri tersebut. (*)
Reporter: Eusebius Sara



