Jumat, 16 Januari 2026

Warga Tiban Ayu Kembali Keluhkan Air Keruh, ABH Akui Kendala Teknis Hulu

spot_img

Berita Terkait

spot_img
Air bersih keruh berwarna kecokelatan di Perumahan Tiban Ayu Sekupang Batam akibat gangguan teknis Air Batam Hilir.
Kondisi air bersih berwarna kecokelatan yang mengalir ke rumah warga Perumahan Tiban Ayu, Kecamatan Sekupang, Batam, Senin (12/1). F. Istimewa

batampos – Keluhan soal kualitas air bersih kembali muncul di Perumahan Tiban Ayu, Kecamatan Sekupang, Batam. Warga mengeluhkan air yang mengalir ke rumah mereka keruh, berwarna kecokelatan, bahkan mengandung endapan, meski sebelumnya Air Batam Hilir (ABH) sempat melakukan perbaikan.

Keluhan tersebut disampaikan warga Blok J6 Nomor 10, tepat di samping Posyandu Tulip 9. Menurut warga, perbaikan yang dilakukan pekan lalu hanya berdampak sementara dan tidak menyelesaikan masalah secara tuntas.

Lolla, salah seorang warga terdampak, mengatakan air sempat terlihat lebih jernih selama satu hari setelah dilakukan perbaikan. Namun kondisi itu tidak bertahan lama.

Baca Juga: BP Batam Angkat 738 Pegawai Terdiri dari 681 Pegawai Tetap dan 57 P2K

“Setelah diperbaiki pekan lalu, airnya sempat bersih walaupun tidak sejernih di perumahan lain. Tapi cuma sehari, setelah itu kembali kotor dan berwarna cokelat,” ujar Lolla kepada Batam Pos, Senin (12/1) sore.

Ia mengaku sudah kembali melaporkan kondisi tersebut ke pihak ABH. Namun, tanggapan yang diterima hanya berupa permintaan maaf tanpa solusi lanjutan yang jelas.

“Kami sudah lapor lagi, tapi hanya disampaikan permintaan maaf. Belum ada tindakan lanjutan yang konkret,” katanya.

Baca Juga: Cari Mendoan di Batam? Ini 5 Tempat yang Wajib Dicoba

Lolla menyebut air yang mengalir ke rumahnya tidak hanya keruh, tetapi juga berwarna kuning kecokelatan dan bercampur endapan tanah. Kondisi ini dinilai membahayakan, terutama bagi warga yang tidak menggunakan air galon untuk kebutuhan sehari-hari.

“Kasihan warga yang tidak pakai air galon. Airnya keruh dan warnanya kuning,” tuturnya.

Masalah tersebut juga berdampak pada kebutuhan sanitasi rumah tangga, terutama bagi perempuan dan anak-anak.

“Saya punya anak perempuan. Air seperti ini dipakai untuk ke toilet saja sudah susah, apalagi untuk cebok,” keluhnya.

Ia menambahkan, kondisi serupa juga dialami sejumlah rumah di bagian belakang blok tempat tinggalnya.

“Rumah-rumah di belakang saya juga parah, airnya sama-sama keruh,” katanya.

Hampir setiap hari, Lolla mengaku harus menguras bak penampungan air. Bahkan, ia pernah menemukan cacing, mencium bau tidak sedap, serta merasakan gatal di kulit setelah menggunakan air tersebut.

“Kalau dibilas pakai air galon, baru tidak gatal. Tapi kan tidak mungkin terus-terusan pakai air galon,” ujarnya.

Menurutnya, kondisi air keruh ini sudah dirasakan cukup intens selama sepekan terakhir. Jika dihitung sejak pengaduan awal, permasalahan kualitas air di kawasan Tiban Ayu disebut telah berlangsung sekitar tiga bulan.

Menanggapi keluhan warga, Humas Air Batam Hilir, Ginda Alamsyah, membenarkan adanya gangguan teknis yang memengaruhi kualitas air pelanggan. Ia menyebut permasalahan tersebut bersumber dari instalasi utama di bagian hulu.

“Ada kendala teknis di instalasi utama yang memang membutuhkan perbaikan berskala besar,” ujar Ginda.

Baca Juga: Nisab Zakat Penghasilan 2026 di Batam dan Kepri Ditetapkan Rp7.308.000

Ia menjelaskan, pada perbaikan sebelumnya, masalah utama dipicu oleh endapan kotoran di dalam jaringan distribusi pelanggan.

“Ketika dilakukan penyesuaian dan peningkatan tekanan pada jaringan, endapan tersebut ikut terbawa aliran air hingga ke pelanggan,” jelasnya.

Secara umum, penurunan kualitas air dipengaruhi perubahan tekanan di dalam jaringan distribusi, salah satunya akibat perubahan kebutuhan atau demand pemakaian air oleh pelanggan.

“Kondisi itu menyebabkan endapan yang sebelumnya mengendap di dalam pipa terbawa aliran air dan memengaruhi kualitas air yang diterima pelanggan,” katanya.

Sebagai tindak lanjut, ABH memastikan akan melakukan penanganan lanjutan dengan membersihkan jaringan distribusi di wilayah terdampak.

“Salah satunya melalui kegiatan flushing jaringan perpipaan agar kualitas air yang diterima pelanggan dapat kembali normal,” ujarnya melalui keterangan tertulis. (*)

ReporterM. Sya'ban

Update