
Warga menutup akses menuju ke Pulau Rempang, Senin (21/8).
batampos – Ratusan warga di Kecamatan Galang, Kota Batam, menutup akses jalan menuju Pulau Rempang dan Galang mulai dari Jembatan IV Barelang.
Aksi ini terkait rencana relokasi warga setelah disetujuinya investasi pengembangan Pulau Rempang sebagai kawasan ekonomi baru oleh pemerintah.
Ketua Lembaga Pengembangan Masyarakat Rempang Cate, Rizal, kepada Batam Pos menuturkan, penutupan itu dilakukan sebab warga menolak dilakukan pengukuran lahan dengan alasan tempat tinggal mereka berada di kampung tua.
Dan, apabila ada lahan di luar kampung tua yang terpakai untuk kegiatan investasi, warga minta dibayar sesuai ketentuan.
Rizal mengatakan, penutupan akses tersebut terjadi secara spontan oleh masyarakat setempat setelah mendapat kabar akan ada tim pengukur lahan turun ke sana.
“Tidak saja di Jembatan IV, setiap tikungan masuk pemukiman juga dijaga warga sekarang, ” ujar Rizal.
Baca Juga: Tolak Rencana Penggusuran, Warga Rempang Gelar Doa Bersama
Camat Galang, Uthe Rambe, juga membenarkan adanya aksi spontan warga tersebut. Dia mengatakan, aksi ini berjalan dengan aman meskipun situasi sempat memanas.
“Ya ada,” ujar Rambe.
Kepala Badan Pengusahaan (BP) Batam, Muhammad Rudi, sebelumnya sudah menanggapi keresahan masyarakat kelurahan Rempang, Kecamatan Galang terkait rencana relokasi dan pengembangan wilayah Rempang sebagai kawasan ekonomi baru tersebut.
Rudi menegaskan, sebagai wali kota Batam dan kepala BP Batam dia belum mengeluarkan keputusan apapun terkait rencana tersebut.
Untuk itu dia minta masyarakat di sana tetap tenang sebab pemerintah tetap akan melakukan yang terbaik untuk masyarakat untuk rencana tersebut.
“Saya belum bilang itu mau digusur atau apapun. Tunggu tanggal mainnya. Kita akan usahakan yang terbaik. Kalau relokasi kita akan relokasi ke tempat yang kami sediakan. Ada 16 kampung tua di sana dan akan ada solusi yang terbaik nantinya, ” ujar Rudi.
Reporter: EUSEBIUS SARA



