
batampos – Ancaman cuaca ekstrem di wilayah perairan kembali menjadi perhatian aparat kepolisian. Unit Patroli Satpolairud Polresta Barelang turun langsung memberikan peringatan kepada nelayan penambang pancung serta kru kapal motor kayu di Pelabuhan Rakyat Tanjung Uma, Kecamatan Lubuk Baja, Kamis (9/4).
Kegiatan sambang dialogis tersebut dipimpin oleh Iptu Zia Ul Hak, bersama personel Bripka Candra Kirana, Bripda Fitrah, dan Bripda Boy. Mereka menyasar para kru kapal motor kayu serta tenaga kerja bongkar muat (TKBM) yang beraktivitas di kawasan pelabuhan rakyat tersebut.
Dalam interaksi langsung di lapangan, petugas menekankan pentingnya kewaspadaan terhadap perubahan cuaca yang tidak menentu. Nelayan pancung dan pengemudi kapal kayu diingatkan agar tidak mengabaikan tanda-tanda alam sebelum melaut, mengingat kondisi gelombang dan angin kerap berubah secara tiba-tiba.
Selain itu, personel juga mengimbau agar setiap kapal memastikan kelengkapan alat keselamatan. Penggunaan life jacket dan life buoy dinilai menjadi hal wajib sebagai langkah antisipasi jika terjadi kecelakaan di laut akibat cuaca buruk.
Petugas juga mengingatkan agar para nelayan dan pekerja pelabuhan tidak memaksakan diri untuk tetap berlayar saat kondisi cuaca ekstrem. Keselamatan jiwa, menurut mereka, harus menjadi prioritas utama dibandingkan mengejar hasil tangkapan atau aktivitas ekonomi semata.
Sejumlah nelayan menyambut baik himbauan tersebut. Salah seorang nelayan pancung di Tanjung Uma, Andi (45), mengaku peringatan seperti ini sangat membantu mereka dalam mengambil keputusan saat akan melaut. “Kadang kami tetap nekat berangkat karena kebutuhan, tapi dengan adanya himbauan dari polisi, kami jadi lebih waspada. Kalau cuaca buruk, sekarang kami lebih memilih menunda,” ujarnya.
Senada dengan itu, nelayan lainnya, Rahmat (38), mengatakan kondisi cuaca belakangan ini memang sulit diprediksi. “Angin bisa tiba-tiba kencang, gelombang juga cepat berubah. Kami berharap informasi seperti ini terus disampaikan agar kami tidak ambil risiko di laut,” katanya.
Iptu Zia Ul Hak, menegaskan bahwa kegiatan ini merupakan langkah preventif untuk meminimalisir risiko kecelakaan laut. “Kami mengimbau seluruh nelayan, khususnya penambang pancung dan kapal motor kayu, agar selalu memperhatikan kondisi cuaca sebelum berlayar dan melengkapi diri dengan alat keselamatan,” ujarnya.(*)



