Senin, 6 April 2026

Waspada Gelombang Tinggi, Nelayan Diminta Gunakan Jaket Pelampung saat Melaut

spot_img

Berita Terkait

spot_img

 

batampos – Pemerintah Kota (Pemko) mengimbau nelayan untuk berhati-hati saat melaut karena potensi cuaca buruk di sekitar perairan Batam. Gelombang tinggi terjadi karena wilayah ini memasuki musim angin utara akhir tahun ini, yang mana angin kencang bertiup sehingga mengakibatkan ketinggian gelombang naik.

Nelayan pergi melaut di perairan Batuampar, Selasa (14/12) sore. Orang yang beraktivitas di laut diminta berhati-hati karena potensi gelombang tinggi akibat angin utara.
F. Iman Wachyudi/Batam Pos

Wali Kota Batam, Muhammad Rudi, meminta nelayan untuk selalu berhati-hati dan selalu waspada terhadap kemungkinan cuaca buruk. Tidak saja itu, untuk kapal atau moda transportasi laut yang membawa penumpang, diminta menggunakan jaket pelampung.

”Gelombang ini bisa mencapai 3 atau 4 meter, karena itu para nelayan harap hati-hati. Untuk yang ke belakangpadang atau lainnya, gunakan life jacket (jaket pelampung). Ini bentuk antisipasi kalau gelombang kuat, agar bisa melindungi diri,” ujarnya.

Rudi berharap para nelayan tidak pergi melaut jika gelombang tinggi. Karena dapat mengancam keselamatan para nelayan.

”Hari ini memang sudah masuk musim utara, saya berharap para nelayan dapat lebih berhati-hati.”

Sebelumnya, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) juga telah meng-umumkan peringatan dini terhadap potensi banjir rob di sejumlah kawasan di Provinsi Kepulauan Riau akibat angin utara.

Kepala Stasiun Meteorologi Hang Nadim Batam, Addi Setiadi, mengatakan, banjir rob berpotensi terjadi di sejumlah daerah di Karimun, Tanjungpinang, Batam, dan Bintan.

Ia menjelaskan, banjir rob berpotensi terjadi di kawasan pesisir Karimun. Angin bertiup dari utara menuju timur laut, dengan kecepatan saat hujan ringan 4-20 knots.

Air laut pasang pertama maksimal mencapai 3,8 meter pada pukul 13.00 WIB. Kemudian air laut pasang kedua mencapai 2,4 meter pada pukul 02.00 WIB. (*)

 

 

Reporter : YULITAVIA

UPDATE