
batampos – Wali Kota Batam Muhammad Rudi mengatakan berdasarkan laporan hingga kini belum ada temuan kasus varian Omicron di Batam. Meski demikian, kepulangan Pekerja Migran Indonesia (PMI) saat ini diperketat, untuk mendeteksi dini adanya ya virus ini.
“Sudah ada di Indonesia. Dan wisma atlet sudah lockdown. Saya berharap di Batam yang merupakan pintu masuk PMI tidak ada kasus serupa. Makanya semua pihak memperketat dan melakukan antisipasi sedini mungkin,” kata Rudi, Minggu (19/12).
Ia mengungkapkan pengetatan pengecekan kesehatan di pintu kedatangan merupakan kunci untuk mendeteksi dini. Selanjutnya pengiriman sampel ke Jakarta adalah untuk melihat ada atau tidak ditemukan jenis varian baru ini.
“Sampai akhir tahun ini ribuan PMI masih akan terus datang. Batam ditunjuk sebagai pintu masuk, dan saya minta semua petugas di lapangan untuk berhati-hati dan jangan abai protokol kesehatan. Agar tidak terpapar, jika ada temuan kasus positif nantinya,” jelasnya.
Pihak juga selalu berkoordinasi dengan Satgas Pemulangan PMI untuk melihat perkembangan proses pemulangan, serta kasus Covid-19 yang terkonfirmasi.
Saat ini dengan masa karantina 10 hari, membuat rusun yang merupakan tempat karantina, cepat terisi, karena kepulangan PMI yang mencapai ratusan orang setiap hari.
“Asrama haji sudah kami siapkan. Kalau nanti rusun penuh, langsung digunakan saja. Intinya PMI ini bisa karantina, dan dapat diawasi kepulangan mereka,” terangnya.
Mengenai perkembangan kasus terbaru, sampai saat ini masih terus dipantau. Jumlah pertambahan kasus ada, meskipun hanya satu atau dua kasus. Setiap hari tim Satgas merilis, dan diharapkan jangan ada peningkatan yang fluktuatif.
“Akhir tahun ini Batam sudah berhasil lolos dari zona kuning dan merah. Kalau abai dan kasus nambah lagi, akan mempersulit dan memperlambat pemulihan ekonomi,” lanjut Rudi.
Selanjutnya, untuk program vaksinasi sudah dewasa sudah sangat memuaskan. Batam akan melanjutkan vaksinasi bagi pelajar usia 6-11 tahun. Sedikitnya 117 ribu pelajar terdaftar dan akan divaksin.
“Sudah berjalan, dan diharapkan tahun ini bisa selesai. Saya minta dukungan orangtua, dan pihak sekolah untuk menyukseskan ini. Vaksinasi ini bertujuan untuk memperkuat sistem imun dalam melawan serangan virus,” tutupnya. (*)
Reporter : YULITAVIA



