
batampos – Universitas Ibnu Sina (UIS) Batam kembali menggelar kegiatan webinar yang diselenggarakan oleh Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Ibnu Sina Batam dengan tema ”Pencegahan HIV-AIDS untuk Populasi Muda” pada Sabtu (11/12).
Webinar kali ini mengundang dua pemateri dari Eksternal UIS, yaitu Fakultas Kesehatan Masyarakat (FKM) Universitas Sumatra Utara, Dr Drs R Kintoko Rochadi, MKes, dan Kepala Sekretariat Komisi Penanggulangan AIDS Kota Batam, Pieter P Pureklolong.
Kegiatan tersebut dibuka oleh Rektor Universitas Ibnu Sina, Dr Mustaqim Syueib, SE, MM, dengan sambutan, yang mengatakan para mahasiswa ini termasuk ke dalam populasi muda yang rentan terpapar HIV-AIDS dengan banyaknya faktor yang bisa menjangkit.
”Dengan ulasan dari para narasumber kali ini, yang menjelaskan dan juga memberikan contoh serta detail-detailnya, sehingga para mahasiswa bisa memahami dengan baik dan mampu melakukan pencegahan untuk masyarakat seluas-luasnya,” ucap Mustaqim Syueib.
Dirinya juga berharap, di tahun mendatang bisa kembali melakukan berbagai kegiatan offline atau tatap muka, secara bertahap dengan tetap memperhatikan protokol kesehatan.
Kemudian sambutan dilanjutkan oleh Dekan Fakultas Ilmu Kesehatan, Fitri Sari Dewi, SKM, MKKK. Fitri menyampaikan webinar kali ini diselenggarakan oleh mahasiswa semester 1, mata kuliah HIV-AIDS.
Dengan keterbatasan kegiatan yang digelar secara online, Fitri berharap tidak mengurangi ilmu yang didapat oleh mahasiswa. Sehingga saat terjun ke masyarakat bisa ikut serta membantu pemerintah dalam penanggulangan dan pencegahan HIV-AIDS.
”Kegiatan HIV-AIDS ini seharusnya menjadi kegiatan mahasiswa dalam bentuk observasi, namun dengan keterbatasan situasi ditengah pandemi ini kita alihkan menjadi kegiatan peningkatan wawasan dan ilmu dalam bentuk webinar bersama pemateri pada bidangnya,” ungkap Fitri Sari Dewi, yang juga sebagai pemateri dalam webinar kali ini.
Berdasarkan data yang ia peroleh, dari tahun ke tahun, jumlah penderita HIV-AIDS di atas 20 tahun masuk dalam kategori populasi muda. Dengan memanfaatkan sikap produktif, menghasilkan karya, kreativitas dan menguatkan keimanan, budaya dan menjaga pergaulan tentunya akan lebih baik.
”Berdasarkan data dari Kemenkes, Provinsi Kepri masuk dalam 10 besar, dengan jumlah HIV-AIDS mencapai 12 ribu,” ungkapnya.
Untuk persentase berdasarkan jenis kelamin, terdapat 69 persen laki-laki dan 32 persennya wanita.
Untuk pemateri kedua yaitu Dr Drs R Kintoko Rochadi, MKes. yang mengangkat tema tantangan dan hambatan generasi Z dalam pencegahan HIV-AIDS saat ini.
Beberapa pencegahan menurutnya dengan tidak melaksanakan hubungan seks sebelum menikah, tidak berganti-ganti pasangan, menggunakan kondom saat berhubungan, menghindari penggunaan narkoba terutama jarum suntik, dan mendapatkan informasi yang benar terkait HIV, tentang penularan, pencegahan dan pengobatannya, terutama bagi anak remaja.
”Masih banyak informasi salah yang menyebar hingga saat ini, terkait penularan HIV-AIDS. Hal tersebut yang harus kita luruskan, agar tidak adanya penilaian buruk dari masyarakat terhadap ODHA,” ungkapnya.
Kemudian, Kepala Sekretariat Komisi Penanggulangan AIDS Kota Batam Pieter P Pureklolong, menambahkan tujuan pengendalian HIV-AIDS ada 3 Zero 2030, yaitu yang bila terwujud maka harapan Kemenkes HIV-AIDS di Indonesia akan hilang pada 2030. 3 Zero di antaranya ialah, tidak adanya penambahan kasus baru, tidak adanya kematian dikarenakan HIV-AIDS, dan tidak adanya diskriminasi terhadap ODHA.
”Tentunya dengan melakukan tahapan ”STOP” yang artinya Sulih skrining, yang bisa mendapat temuan 90 persen dari ODHA, dan bisa melanjutkan tahapan Obati yang mencapai persentase 90 persen dan diharapkan 90 persennya bisa dipertahankan,” ungkapnya.
BACA JUGA: HMM Ibnu Sina Belajar Desain Grafis di Batam Pos
Untuk saat ini, beberapa rumah sakit dan puskesmas di Batam telah mampu melakukan pelayanan kepada ODHA (Orang Dengan HIV-AIDS), di antaranya RS Embung Fatimah, RS Budi Kemuliaan, RS Elisabeth, RS BP Batam, Puskesmas Sekupang, Lubukbaja dan Kampung Jabi.
”Dengan kegiatan ini, kami juga berharap kedepan para mahasiswa UIS tumbuh semangat kerelawanan untuk terlibat dalam pekerjaan sosial kemanusiaan seperti ini,” pungkasnya.
Kegiatan yang dimoderatori oleh Hengky Oktarizal, SKM, MKM, yang juga merupakan Dosen Fikes Universitas Ibnu Sina, diikuti lebih dari 280 mahasiswa. (*)
Reporter: Azis Maulana



