
batampos – Wisata bahari Kepulauan Riau kembali terganggu akibat pencemaran limbah Bahan Berbahaya dan Beracun (B3) jenis slate oil yang ditemukan di sejumlah pantai di Batam dan Bintan. Cemaran limbah tersebut dinilai berpotensi merusak citra pariwisata kelautan yang selama ini menjadi andalan daerah.
Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kota Batam, Ardiwinata, menegaskan pencemaran limbah yang bercampur dengan sampah laut merupakan persoalan serius yang membutuhkan penanganan cepat dan khusus.
“Kalau saya amati, kemunculan limbah ini bertepatan dengan musim penangkapan ikan dingkis. Pada periode itu, posisi limbah berada di laut. Yang jelas, ini sangat mengganggu, karena salah satu destinasi unggulan pariwisata Batam adalah wisata kelautan,” ujar Ardi, Kamis (6/2).
BACA SELENGKAPNYA DI harian.batampos.co.id



