Minggu, 11 Januari 2026

Wisatawan Singapura ke Batam Mulai Meningkat, Imigrasi Tambah Konter dan Perketat Pengawasan

spot_img

Berita Terkait

spot_img
Arus penumpang di Pelabuhan Feri Internasional Batamcenter ramai selama akhir pekan. F.Yashinta

batampos – Arus wisatawan mancanegara, khususnya dari Singapura, ke Kota Batam mulai menunjukkan peningkatan menjelang libur Natal dan Tahun Baru (Nataru). Untuk mengantisipasi lonjakan penumpang, Kantor Imigrasi Batam bersama instansi terkait memperkuat pelayanan sekaligus pengawasan di pelabuhan internasional.

Kepala Kantor Imigrasi Batam, Hajar Aswad, mengatakan pihaknya telah melakukan peninjauan langsung sekaligus rapat koordinasi singkat di Pelabuhan Internasional Batam Center. Rapat tersebut melibatkan unsur CIQP (Customs, Immigration, Quarantine, dan Port Authority) guna menyamakan langkah dalam menghadapi arus Nataru.

“Rapat kecil tapi efektif kami lakukan untuk memperkuat sinergi dan membentuk teamwork agar pelayanan tetap optimal saat terjadi lonjakan penumpang,” ujar Hajar kepada Batam Pos usai peninjauan, Jumat (19/12) pagi.

Untuk mempercepat proses pemeriksaan, Imigrasi Batam menambah jumlah konter pelayanan baik di area kedatangan maupun keberangkatan. Di area kedatangan, disiapkan tambahan dua hingga empat konter, serta didukung lima unit autogate. Dengan demikian, total tersedia 14 konter aktif yang dilayani oleh 28 petugas.

Baca Juga: UMK Batam 2026 Dibahas Tuntas, Dewan Pengupahan Berikan Usulan ke Wali Kota

Sementara di area keberangkatan, Imigrasi menambah dua konter pemeriksaan dengan dukungan lima autogate, sehingga terdapat sekitar sembilan konter aktif atau 18 petugas yang bersiaga.

“Harapan kami tidak terjadi penumpukan antrean seperti yang pernah dialami di masa lalu. Alhamdulillah, dua tahun terakhir pelayanan Nataru berjalan lancar,” kata Hajar.

Ia menyebutkan, Imigrasi Batam mulai bersiaga penuh sejak 20 Desember hingga 5 Januari. Berdasarkan data sementara, arus keberangkatan pada periode 20–25 Desember diperkirakan mencapai sekitar 25 ribu penumpang, sementara data kedatangan masih terus dipantau dan diperkirakan akan meningkat dalam beberapa hari ke depan.

Pengawasan difokuskan di tiga pelabuhan internasional utama, yakni Pelabuhan Batam Center sebagai pelabuhan tersibuk, disusul Harbour Bay dan Pelabuhan Bengkong. Pada periode Nataru tahun lalu, Harbour Bay melayani sekitar 100 ribu penumpang, sedangkan Pelabuhan Bengkong mencatat sekitar 4.200 penumpang.

Selain peningkatan pelayanan, Imigrasi Batam juga memperketat pengawasan untuk mencegah keberangkatan Pekerja Migran Indonesia (PMI) nonprosedural serta tindak pidana perdagangan orang (TPPO). Pengamanan dilakukan secara terpadu bersama Polri dan instansi terkait, mulai dari area parkir hingga pemeriksaan dokumen di konter imigrasi.

“Kami tetap waspada karena potensi pelanggaran bisa muncul di tengah keramaian. Koordinasi lintas instansi kami lakukan secara cepat dan berkelanjutan,” tegas Hajar.

Baca Juga: Kepri Mall Bertransformasi Jadi K SQUARE, Hadirkan Konsep Lifestyle Baru di Jantung Kota

Sementara itu, Kepala Operasi Pelabuhan Ferry Internasional Batam Center, Zenorega, memastikan kesiapan pengelola pelabuhan dalam menghadapi arus Nataru. Sejumlah fasilitas penunjang telah ditingkatkan, termasuk penambahan satu unit mesin X-ray oleh Bea Cukai serta optimalisasi lima unit autogate Imigrasi.

“Berdasarkan evaluasi Desember tahun lalu, tidak terjadi penumpukan penumpang. Skema yang sama kembali kami terapkan tahun ini,” ujarnya.

Dari sisi sandar kapal, Pelabuhan Batam Center saat ini masih mengoperasikan dua ponton dengan jadwal kapal reguler setiap 30 menit. Hingga kini belum ada penambahan kapal ekstra karena kondisi masih dinilai aman dan terkendali. Pengawasan lalu lintas kapal dilakukan oleh KSOP dan Perhubungan Laut, terutama terkait faktor cuaca.

Seluruh fasilitas pendukung seperti listrik, genset, pendingin ruangan, autogate, dan mesin X-ray dipastikan berfungsi optimal melalui perawatan rutin. Meski kondisi penumpang saat ini masih relatif stabil, lonjakan diperkirakan segera terjadi, dengan mayoritas pergerakan berasal dari Singapura yang mencapai sekitar 45 trip kapal per hari, jauh lebih tinggi dibandingkan rute Malaysia.

“Untuk arus keluar dari Batam beberapa hari ini sekitar 25 ribu penumpang, namun arus masuk dari Singapura justru lebih besar,” kata Zenorega. (*)

ReporterM. Sya'ban

Update